KEPRI

Warga Tarempa Barat Keluhkan Sepekan Air Tak Jalan, Begini Jawaban UPT SPAM Anambas

Ilustrasi warga Desa Tarempa Barat, Anambas mengeluhkan air tidak mengalir selama sepekan. Foto istimewa

PROKEPRI.COM, ANAMBAS – Warga Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas mengeluhkan terhentinya pasokan air bersih yang telah berlangsung sepekan ini.

Gangguan tersebut berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, mulai dari memasak, mandi, mencuci hingga memenuhi kebutuhan air minum sehari-hari.

Selama pasokan air tidak mengalir, banyak warga terpaksa mencari sumber air alternatif. Sebagian bahkan harus membeli air bersih agar kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi.

Kondisi ini dinilai cukup memberatkan, terutama bagi keluarga yang setiap hari bergantung pada layanan air perpipaan.

“Sudah enam hari air tidak mengalir. Kami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Harapan kami perbaikannya bisa segera selesai dan air kembali mengalir,” ujar salah seorang warga, Minggu (21/6/2026).

Selain berharap distribusi air segera normal, warga juga meminta adanya informasi yang lebih terbuka dari pengelola layanan air bersih mengenai penyebab gangguan, progres perbaikan, hingga perkiraan waktu penyelesaian.

Menurut warga, informasi yang jelas akan membantu mereka mengantisipasi kebutuhan air selama proses perbaikan berlangsung.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Tata Usaha UPT SPAM Kabupaten Kepulauan Anambas, Arif, menjelaskan bahwa gangguan distribusi air disebabkan adanya kebocoran pada jaringan pipa utama.kemungkinan daerah rintis.

Hingga kini, petugas masih melakukan penelusuran untuk menemukan titik kebocoran yang menjadi penyebab terganggunya suplai air ke pelanggan.

“Ada kebocoran pada jaringan pipa. Saat ini petugas masih mencari lokasi kebocoran tersebut agar bisa segera dilakukan perbaikan. Kami terus berupaya secepat mungkin agar distribusi air kembali normal,” kata Arif saat dikonfirmasi.

Selama proses pencarian dan perbaikan berlangsung, UPT SPAM telah menyiapkan langkah darurat dengan mengerahkan mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih kepada masyarakat di wilayah terdampak.

Distribusi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan warga di setiap kawasan.

“Untuk sementara, kami melayani masyarakat menggunakan mobil tangki air. Ini merupakan solusi sementara agar kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi sampai jaringan perpipaan selesai diperbaiki,” jelasnya.

UPT SPAM memastikan seluruh petugas terus bekerja di lapangan untuk mempercepat proses penanganan.

Pencarian titik kebocoran menjadi tantangan tersendiri karena kondisi jaringan pipa yang cukup panjang dan berada di beberapa lokasi yang memerlukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Pihak UPT SPAM juga mengimbau masyarakat untuk bersabar selama proses perbaikan berlangsung.

Mereka menegaskan bahwa penanganan gangguan menjadi prioritas agar pelayanan air bersih dapat kembali berjalan normal secepat mungkin.

Sementara itu, warga berharap pemerintah daerah dan UPT SPAM dapat meningkatkan sistem pemantauan jaringan agar kebocoran serupa dapat lebih cepat terdeteksi.

Mereka juga meminta adanya penyampaian informasi secara berkala mengenai perkembangan perbaikan sehingga masyarakat mengetahui kondisi terkini dan dapat menyesuaikan kebutuhan air selama masa penanganan.

Dengan percepatan perbaikan yang sedang dilakukan serta distribusi air melalui mobil tangki, masyarakat berharap krisis air bersih yang telah berlangsung hampir sepekan itu segera berakhir sehingga aktivitas sehari-hari dapat kembali berjalan normal.(as)

Editor: yn

Back to top button