KEPRI

Dirut BUMD Pinang Ungkap Kronologis Lengkap Soal Video Viral Keributan Dengan Oknum Pedagang Gurindam 12

Tampak petugas Satpol PP menertibkan oknum pedagang yang diduga membuat ulah merebut lahan pedagang lain relokasi di kawasan Gurindam 12, Tanjungpinang, Rabu (24/6/2026). Foto prokepri/yn

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Direktur Utama (Dirut) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tanjungpinang. Windrasto Dwi Guntoro mengungkapkan kronologis lengkap soal video viral keributan dengan seorang oknum pedagang Taman Gurindam 12 pada Rabu (24/6/2026) kemaren.

Dalam keterangannya, Windrasto Dwi Guntoro menerangkan, bahwa insiden tersebut berawal dari adanya laporan dari seorang pedagang relokasi Gurindam 12 bernama Jurnaleo pada pukul 16.54 Wib kepada pihak BUMD.

“Pedagang (Jurnaleo) dari relokasi Gurindam 12 atas nomor konteiner 004 tanah merah melaporkan ke pihak BUMD bahwa mejanya telah ditendang oleh suami dari Resni Yanti (Koboy), oknum pedagang dengan nomor konteiner 001 dengan alasan tidak terima dengan aturan yang berlaku,”kata Guntoro, Kamis (25/6/2026).

Koboy, pedagang 001 tersebut kemudian merebut dan menguasai lahan pedagang lainnya bernomor 002,003,004 dan menaruh barang sampai besok harinya, tanggal 25 Juni, hingga harus ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP).

“Pedagang pemilik lahan 002,003,004 tidak bisa meletakan barang dagangannya, sehingga pihak dari BUMD melakukan pendekatan terhadap oknum pedagang tersebut, namun tidak mendapatkan respon yang baik sehingga terjadi adu mulut antara pihak BUMD dan oknum pedagang itu,”terang Guntoro.

Menurut kesaksian yang ada di lapangan,  oknum pedagang itu kemudian mencari pimpinan BUMD, karena terjadi adu mulut dengan salah satu karyawannya.

“Saya turun dengan maksud dapat menyelesaikan masalah tersebut. Namun tetap mendapatkan perlawanan dari oknum pedagang Koboy itu,”tegas Guntoro sembari memberikam video lengkap proses penertiban oknum pedagang itu.

Guntoro memastikan, bahwa tidak ada terjadi adu fisik dalam keributan tersebut.

“Ga ada pemukulan, saksi banyak, hanya dorongan saja,”tegas dia.

BUMD, masih Guntoro, hanya meminta oknum pedagang itu memindahkan barangnya dari lahan yang bukan milikmya.

“BUMD meminta tolong supaya segera pindahin barangnya dari lahan yang bukan miliknya. Karena pedagang lain ingin segera menyusun barang jualannya, tapi oknum pedagang Koboy bilang “saya tidak mau di atur.,”pungkas Guntoro. (yn)

Back to top button