KEPRI

Kabut Asap Memburuk, Walikota Tanjungpinang Instruksikan Sekolah Daring Mulai Besok

Tampak kabut asap kiriman dilangit Kota Tanjungpinang, Senin (14/9/2026). Foto prokepri/ss

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menginstruksikan Dinas Pendidikan, para pengawas, serta seluruh kepala sekolah untuk mengalihkan proses belajar mengajar menjadi pembelajaran jarak jauh atau dalam jaringan (daring) mulai Selasa (15/9/2026).

Keputusan mendesak ini diambil menyusul kondisi cuaca di Kota Tanjungpinang yang memburuk akibat paparan kabut asap yang telah melampaui ambang batas aman bagi kesehatan anak-anak.

“Sambil menunggu surat resmi diterbitkan, mulai besok anak-anak sekolah sudah harus melakukan pembelajaran secara daring,” ujar Lis Darmansyah saat menyampaikan arahan langsung kepada jajaran pendidikan setempat, Senin (14/9/2026).

Walikota juga menegaskan agar para kepala sekolah segera berkoordinasi dan menginstruksikan seluruh guru serta staf jajarannya agar mempersiapkan sistem pembelajaran daring dengan matang demi memastikan hak belajar siswa tetap terpenuhi meski di tengah situasi darurat kabut asap.

Diketahui, sejak Minggu (13/9/2026), Kota Tanjungpinang diserbu kabut asap kiriman dari wilayah luar. Kuat dugaan, asap tersebut berasal dari kebakaran hutan dan lahan (Karfhutla) di wilayah Kalimantan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang dalam laporan terkini, mengimbau agar masyarakat mewaspadai kabut asap tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Tanjungpinang Teguh Ahmad Syafari belum menjawab konfirmasi media ini perihal intruksi dari walikota tersebut.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan PP dan KB (DKPPKB) Kota Tanjungpinang, Rustam telah mengingatkan, dan mengimbau kepada warga untuk mewaspadai kabut asap ini, khususnya oleh kelompok yang lebih sensitif terhadap polusi udara.

“Yang terpenting masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap waspada. Pantau kondisi kualitas udara dan sesuaikan aktivitas, terutama bagi kelompok rentan. Jika muncul keluhan seperti sesak, nyeri atau rasa tidak nyaman pada dada, maupun gangguan pernapasan, segera kurangi paparan dan perhatikan kondisi kesehatan,” jelas Rustam.

Dia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh dengan mencukupi kebutuhan air putih, mengonsumsi makanan bergizi dan menerapkan pola hidup sehat. Masyarakat turut diminta menghindari pembakaran terbuka yang dapat menambah partikulat dan memperburuk kualitas udara.(yan)

Back to top button