KEPRI

Hujan Singkat Guyur Tarempa, Kabut Asap di Anambas Belum Sirna

Terlihat suasana di pelabuhan Tarempa dengan kondisi kabut asap, Senin (14/9/2026). Foto prokepri/Agus Suradi

PROKEPRI.COM, ANAMBAS – Hujan yang mengguyur kawasan Tarempa, ibu kota Kabupaten Kepulauan Anambas, pada Senin (14/9/2026), sempat membawa angin segar bagi masyarakat setempat. Pasalnya, wilayah tersebut telah diselimuti kabut asap pekat selama hampir sepekan terakhir.

Namun, hujan berintensitas ringan yang berlangsung singkat tersebut ternyata belum menjadi solusi tuntas.

Setelah rintik hujan reda, kabut asap masih terlihat menggantung di sejumlah sudut kota Tarempa, sehingga harapan warga untuk melihat langit bersih belum sepenuhnya terwujud. Udara masih tampak berkabut dan aktivitas luar ruangan pun belum kembali normal.

Sebelumnya, dampak kabut asap ini telah melumpuhkan sebagian aktivitas warga. Jarak pandang yang menurun drastis memaksa sejumlah sekolah meliburkan kegiatan belajar mengajar.

Di sektor pelayaran, jarak pandang dilaporkan menyusut hingga hanya tersisa sekitar satu kilometer. Kondisi tersebut menjadi ancaman tersendiri bagi para nelayan yang mengandalkan jalur laut.

Kabut yang menggantung di atas permukaan air menyulitkan mereka mendeteksi keberadaan kapal lain, terutama saat melintasi rute pelayaran masyarakat yang ramai.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kecamatan Siantan versi Bogor, Asmadi, membenarkan bahwa turunnya hujan menjadi kabar yang sangat dinanti.

Meski begitu, ia berharap hujan bisa turun lebih deras dan lebih lama agar partikel asap benar-benar tersapu.

“Alhamdulillah, hujan akhirnya turun. Tapi kalau hanya sebentar, kabut asapnya masih terasa. Kami berharap dan selalu berdoa agar hujan turun lebih lama dan lebih deras, supaya asap ini benar-benar berkurang dan aktivitas nelayan bisa kembali normal,” ujar Asmadi.

Ia menambahkan, keterbatasan jarak pandang menuntut kewaspadaan tinggi dari para nelayan saat melaut guna menghindari kecelakaan.

“Kalau jarak pandang terbatas, kami di laut tentu harus lebih berhati-hati. Kami berharap kondisi ini cepat berlalu dan udara kembali bersih,” tuturnya.

Hingga Senin, pihak RSUD Tarempa maupun puskesmas di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas melaporkan belum adanya lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang secara khusus disebabkan oleh paparan kabut asap ini.

Meski demikian, pemantauan kualitas udara di lapangan tetap harus diperketat. Tanpa adanya hujan susulan yang signifikan dan jika cuaca kembali kering, potensi menebalnya kabut asap masih sangat tinggi, terutama jika titik api sebagai sumber asap utama belum berhasil dipadamkan.

Kini, masyarakat Anambas hanya bisa berharap hujan dengan intensitas yang lebih besar segera datang untuk menyapu bersih sisa-sisa polusi udara.(agussuradi)

Back to top button