KEPRI

Kabut Asap Ganggu Jarak Pandang, HNSI Anambas Imbau Nelayan Waspada Melaut

Plt Ketua HNSI Kabupaten Kepulauan Anambas versi Bogor, Dandi Andika. Foto prokepri/Agus Suradi

PROKEPRI.COM, ANAMBAS – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kepulauan Riau dalam beberapa pekan terakhir mulai menjadi perhatian bagi masyarakat pesisir, khususnya para nelayan di Kabupaten Kepulauan Anambas.

‎Selain mengganggu aktivitas masyarakat di darat, kondisi kabut asap juga berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran karena jarak pandang di laut menjadi terbatas.

‎Kabut asap yang diduga merupakan kiriman dari wilayah Kalimantan akibat kebakaran hutan dan lahan tersebut turut dirasakan hingga wilayah Kepulauan Riau, termasuk Kabupaten Kepulauan Anambas.

‎Menyikapi kondisi tersebut, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kepulauan Anambas mengimbau seluruh nelayan agar meningkatkan kewaspadaan saat melaut.

‎Pelaksana Tugas (Plt) Ketua HNSI Kabupaten Kepulauan Anambas versi Bogor, Dandi Andika, meminta nelayan tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca dan jarak pandang dinilai tidak aman.

‎Menurutnya, keselamatan harus menjadi prioritas utama, terlebih kabut asap dapat membuat pandangan nelayan terhadap kapal lain, pulau, maupun tanda-tanda navigasi menjadi terbatas.

‎“Kami mengimbau kepada seluruh nelayan di Anambas agar lebih berhati-hati saat melaut. Apabila kondisi jarak pandang sangat terbatas akibat kabut asap, jangan memaksakan diri untuk melaut,”ujar Dandi, Selasa (15/9/2026).

‎Ia juga meminta nelayan yang tetap melakukan aktivitas penangkapan ikan untuk memastikan seluruh perlengkapan keselamatan dan navigasi dalam kondisi baik.

‎“Nelayan harus lebih waspada saat mencari ikan. Pastikan alat komunikasi dan navigasi berfungsi dengan baik, serta selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum berangkat,” katanya.

‎Dandi menegaskan, kondisi laut dengan jarak pandang terbatas memiliki risiko tersendiri bagi nelayan, terutama ketika harus berpapasan dengan kapal lain atau berlayar di sekitar jalur pelayaran.

‎“Yang paling penting keselamatan. Jangan sampai karena mengejar hasil tangkapan, keselamatan justru diabaikan,” ujarnya.

‎HNSI berharap para nelayan dapat mengikuti perkembangan informasi cuaca dan kondisi perairan sebelum memutuskan untuk melaut.

‎Kewaspadaan dinilai penting agar aktivitas nelayan tetap berjalan, namun tidak mengorbankan keselamatan jiwa di tengah kondisi kabut asap yang mengganggu jarak pandang.(as)

Back to top button