KEPRI

Camp Pengusaha Keramba di Anambas Disatroni OTK, Penjaga Luka Dibacok Usai Kejar-kejaran

Ilustrasi dibacok OTK. Foto pixabay

PROKEPRI.COM, ANAMBAS – Camp pengusaha keramba ikan milik Dodo di Desa Air Sena, Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas, disatroni orang tak dikenal pada Selasa (22/9/2026) malam.

Peristiwa tersebut berujung pada aksi kejar-kejaran hingga penjaga camp mengalami sejumlah luka akibat bacokan.

‎‎Penjaga camp, Joger, mengungkapkan, bahwa kejadian berlangsung sekitar pukul 23.00 hingga 23.30 Wib. Pada saat itu, ia mengaku sendiri dalam kondisi sedang hujan dan listrik padam.

‎Menurut keterangannya, tak lama kemudian, Joger melihat ada orang tak dikenal masuk ke sekitar camp. Orang tersebut diduga hendak mengambil ikan dari keramba.

‎Saat melihat orang tersebut, sambung dia, jarak mereka hanya sekitar 10 meter. Joger pun seketika berusaha mengejarnya, hingga terjadi kontak fisik antara Joger dengan orang yang diduga masuk ke camp tersebut.

‎‎“Saya kejar. Kebetulan jaraknya tidak jauh. Saya lawan,” kata Joger saat menceritakan kejadian tersebut, Kamis (24/9/2026).

Akibat kontak fisik, Joger mengalami sejumlah luka, di antaranya pada bagian tangan, perut, punggung dan kepala. Ia mengatakan, pada malam itu mengenakan dua lapis pakaian karena kondisi cuaca cukup dingin.

Lebih lanjut, ‎‎Joger menyebut sempat memegang dan menarik pakaian orang tersebut sebelum akhirnya pelaku berhasil melarikan diri.

Namun, ia tidak dapat mengenali wajah si pelaku, termasuk jenis kendaraan air yakni pompong yang digunakannya saat melarikan diri karena kondisi gelap.

‎”Saat kejadian, orang itu mengenakan pakaian dengan penutup kepala atau hoodie,”tuturnya lagi.

‎‎Meski mengalami luka, Joger menambahkan, tetap berusaha melawan karena merasa memiliki tanggung jawab menjaga camp dan usaha keramba ikan milik bosnya tersebut.

‎‎“Kalau mati, kenapa kita harus takut. Kita di sini bekerja, tanggung jawab kita besar. Ini bukan main-main. Saya buktikan kerja saya,”tegasnya.

‎‎Setelah kejadian, Joger tidak langsung menghubungi pemilik camp karena khawatir mengganggu atasannya yang sedang beristirahat. Ia terlebih dahulu mencoba menghubungi pihak keluarga pemilik camp.

Namun, ‎panggilan pertama kepada salah satu keluarga pemilik camp tidak diangkat. Joger kemudian menghubungi seorang perempuan yang biasa dipanggil Cece, dan menyampaikan bahwa dirinya telah dibacok oleh orang tidak dikenal yang masuk ke camp dan diduga hendak mengambil ikan.

‎‎Keluarga pemilik camp kemudian datang ke lokasi untuk membantu Joger.

‎Berselang 30 menit kemudian, anggota Polsek Palmatak pun tiba di camp. Joger selanjutnya dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.

Setelah menjalani perawatan, Joger kemudian dibawa ke kantor polisi untuk memberikan keterangan dan membuat laporan. Proses pemeriksaan berlangsung hingga sekitar pukul 05.00–05.30 WIB.

‎‎Joger mengaku meminta agar pemeriksaan dilakukan malam itu juga. ‎Alasannya, ia khawatir kondisi camp tanpa penjagaan pada pagi hari dapat dimanfaatkan orang lain untuk mengambil barang-barang yang ada di lokasi.

‎‎“Saya tidak mau besok pagi. Orang tidak ada di camp. Saya juga tidak tahu barang-barang apa yang nanti diambil orang. Saya harus tahu juga supaya bisa membuat laporan kepada bos,” ujarnya.

‎‎Setelah pemeriksaan selesai, Joger sempat diminta beristirahat oleh petugas. Namun, ia memilih kembali ke camp dan kemudian diantar anggota Polsek Palmatak.

‎‎Sesampainya di camp, Joger beristirahat. Tidak lama kemudian, Kepala Desa Air Sena bersama personel TNI AL datang ke lokasi. Mereka kemudian meminta keterangan Joger mengenai kronologi kejadian.

‎‎Sementara itu, Dodo selaku pemilik camp membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan korban merupakan anak buahnya yang bertugas di camp keramba ikan miliknya.

‎‎Dodo juga membenarkan bahwa peristiwa tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian dan saat ini telah ditangani oleh Polsek Palmatak.

‎“Sudah dilaporkan dan sudah ditangani Polsek Palmatak,” kata Dodo.

‎‎Hingga berita ini disusun, identitas orang yang diduga masuk ke camp dan melukai Joger belum diketahui. Polisi masih melakukan penanganan dan penyelidikan atas peristiwa tersebut.(agus suradi)

Editor: yn

Back to top button