KEPRI

Hari ini, Mendagri Groundbreaking Museum dan Monumen Bahasa Rp 101 Miliar di Pulau Penyengat

Ilustrasi rencana pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Foto Pemprov Kepri

PROKEPRI.COM, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dikabarkan akan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (24/9/2026).

Kabar agenda ini disampaikan oleh Tim Percepatan Pembangunan Gubernur Kepri, Suyono Saeran.

“Jika tidak ada aral melintang, Mendagri Tito Karnavian akan meletakkan batu pertama pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat hari ini,” ujar Suyono.

Untuk memastikan kesiapan pelaksanaan kegiatan tersebut, Gubernur Ansar Ahmad juga telah meninjau lokasi peletakan batu pertama pembangunan Museum dan Monumen Bahasa di Penyengat.

“Alhamdulillah persiapan di lapangan sudah ok. Insyaa Allah besok seusai upacara memperingati hari lahir Provinsi Kepri, Pak Mendagri akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Museum dan Monumen Bahasa di Penyengat,”sambung Suyono meniru ucapan Ansar Ahmad.

Ia menerangkan, pembangunan Museum dan Monumen Bahasa akan dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana bernama PT Humindo Cipta Mandiri dengan nilai kontrak kurang lebih Rp 101 miliar.

“Proyek ini direncanakan akan selesai pada Desember 2027 dan diresmikan pada tahun 2028 bersempena 100 tahun hari Sumpah Pemuda,”jelas Suyono.

Museum dan Monumen Bahasa dibangun sebagai simbol bahwa Pulau Penyengat adalah pusat sejarah dan titik awal lahirnya Bahasa Indonesia melalui pemikiran serta karya Raja Ali Haji (pembuat Gurindam Dua Belas).

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum, tambah Suyono, juga memberikan dukungan penuh dengan membangun infrastruktur penunjang di Pulau Penyengat. Mulai dari pelabuhan, jalan, pelantar, penataan kawasan serta revitalisasi beberapa cagar budaya sehingga membuat pulau yang merupakan mas kawin tersebut terlihat indah.

Diketahui, seluruh pembiayaan proyek dialokasikan dengan menggunakan APBD Provinsi Kepri dengan skema tahun jamak atau multiyers, dengan sistem pencairan dalam dua tahap, yakni tahun ini sebesar Rp30,8 miliar, dan sisanya sebanyak Rp70,2 miliar di tahun 2027 mendatang.(yan)

Back to top button