NASIONAL

Ketum PSSI Erick Thohir: Jangan Pandang Sebelah Mata Bangladesh!

Ketum PSSI Erick Thohir memberikan keterangan pers seputar Timnas Indonesia. Foto kemenpora

PROKEPRI.COM, JAKARTA – Ketua Umum (Ketum) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, menegaskan bahwa peluang Timnas Indonesia untuk mendapatkan tiket final di FIFA ASEAN Cup 2026 masih terbuka lebar. Namun, ia mengingatkan bahwa target tersebut hanya bisa dicapai lewat kerja keras, konsistensi, dan fokus penuh di setiap pertandingan.

Erick meminta skuad Garuda tidak terlena dengan hasil-hasil sebelumnya, terutama saat menghadapi lawan yang di atas kertas dianggap lebih lemah. Ia mencontohkan hasil pertandingan lain di turnamen ini yang membuktikan bahwa kejutan bisa terjadi kapan saja.

“Bangladesh juga tidak boleh dipandang sebelah mata. Indonesia harus tetap berjuang dan bermain dengan fokus penuh,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9/2026).

Di sisi lain, Erick mengapresiasi daya juang para pemain Indonesia pada laga sebelumnya. Meski harus bermain dengan sepuluh orang saat melawan Malaysia, skuad Garuda tetap gigih bertahan dan menyerang hingga peluit panjang berbunyi. Bagi Erick, semangat juang seperti ini merupakan modal krusial di tengah persaingan Asia Tenggara yang semakin ketat.

“Masih ada peluang, tetapi semuanya memiliki risiko. Tidak ada jalan yang mudah. Para pemain harus terus berjuang dan memberikan kemampuan terbaik mereka,” ingatnya.

Erick menilai peta persaingan sepak bola di Asia Tenggara kini jauh lebih kompetitif. Negara-negara ASEAN terus mendongkrak kualitas tim mereka, termasuk melalui program naturalisasi dan perekrutan pemain dari berbagai liga luar negeri. Alhasil, kesenjangan kekuatan antar-tim di FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi semakin tipis.

Menurutnya, perkembangan positif ini membuat setiap pertandingan di ajang perdana FIFA tingkat Asia Tenggara tersebut berlangsung sengit dan menarik. Pertemuan antara tim-tim seperti Thailand, Vietnam, Malaysia, Indonesia, Filipina, dan negara ASEAN lainnya membuktikan bahwa hasil pertandingan di kawasan ini sudah tidak lagi mudah diprediksi.

Oleh karena itu, semua pertandingan kini bernilai sangat penting. Tim yang ingin melaju ke babak berikutnya harus habis-habisan sejak laga pertama dan tidak boleh menganggap remeh lawan mana pun.

Sebelumnya, pertandingan sengit antara Timnas Indonesia melawan Malaysia dalam laga lanjutan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 berakhir imbang tanpa gol (0-0).

Laga sarat gengsi yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin (28/9/2026) malam tersebut disaksikan langsung oleh puluhan ribu suporter fanatik Garuda.

Hasil imbang ini membuat skuad asuhan John Herdman harus puas tertahan di posisi kedua klasemen sementara. Sementara itu, Malaysia masih kokoh berada di puncak klasemen dengan koleksi poin yang sama, yaitu 4 poin, namun unggul dalam selisih gol.

Kendati demikian, kedua tim masih berpeluang besar untuk merebut tiket ke babak final dengan menyisakan satu pertandingan sisa di fase grup. Indonesia wajib memetik kemenangan saat menghadapi Bangladesh, begitu pula dengan Malaysia yang akan bersua Singapura.

Usai laga, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengaku tetap bangga atas performa anak-anak asuhnya. Meski gagal mengamankan poin penuh di kandang, Herdman tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap perjuangan skuad Garuda.

Namun, pelatih asal Inggris tersebut juga menyoroti kelemahan timnya, terutama dalam mengantisipasi skenario darurat. Evaluasi terbesar bagi Indonesia saat ini adalah melakukan penyesuaian taktik menyerang ketika tim terpaksa bermain dengan 10 orang.

Menatap laga krusial melawan Bangladesh pada Kamis, 1 Oktober 2026 mendatang di SUGBK, Herdman menginstruksikan para pemainnya untuk tampil jauh lebih agresif demi mengamankan kemenangan dan menyegel tiket ke babak final.(yan)

Back to top button