KEPRI

Diusulkan Sejak 2019, Warga Pesisir Timur Anambas Desak Realisasi Jalan Lingkar Sekolah

Tampak kondisi sempitnya jalan lingkar desa yang menuju ke sekolah SDN Desa Dusun Pesisir Timur kabupaten Kepulauan Anambas, Rabu (30/9/2026). Foto prokepri/Agus Suradi

PROKEPRI.COM, ANAMBAS – Pembangunan jalan lingkar menuju kawasan sekolah kembali menjadi sorotan utama dalam Musyawarah Desa (Musdes) penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2027 Desa Pesisir Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Rabu (30/9/2026).

Akses jalan yang sangat krusial bagi mobilitas masyarakat dan pelajar ini belum juga terwujud, meski usulannya telah diperjuangkan sejak tahun 2019.

Ketua BPD Desa Pesisir Timur, Muslim, menegaskan bahwa pembangunan jalan lingkar sepanjang sekitar 200 meter ini sudah sangat mendesak. Selain menjadi jalur utama ke area sekolah, infrastruktur yang ada saat ini dinilai terlalu sempit dan membahayakan keselamatan warga.

“Jalan yang kita usulkan ke depan diharapkan memang diprioritaskan oleh kabupaten. Karena itu sangat urgent dan sangat bermanfaat untuk akses masyarakat di area sekolah,” ujar Muslim.

Ia menyadari keterbatasan anggaran daerah, namun berharap proyek ini bisa dicicil secara bertahap. “Kalaupun memang tidak terpenuhi dalam satu kali anggaran, mudah-mudahan anggaran berikutnya terus dibangun lagi. Harapannya, ini terus dikawal sampai benar-benar terealisasi,” tambahnya.

Aspirasi ini sejatinya bukan hal baru. Dokumen perencanaan teknis atau Detail Engineering Design (DED) bahkan sudah rampung digarap sejak tahun 2021. Namun, hantaman pandemi COVID-19 saat itu membuat anggaran pemerintah dialihkan, sehingga pembangunan terpaksa ditunda.

“Kalau kita masuk di anggaran usulan jalan itu, dari tahun 2019 sudah masuk lewat DED tahun 2021. Waktu itu COVID, sehingga tertutup dengan akses pembangunan. Kemudian masuk lagi 2023, dimasukkan lagi, tapi memang tidak terangkat,” ungkap Muslim.

Hingga saat ini, warga dan siswa terpaksa melewati jalan lama yang lebarnya hanya berkisar 1,5 meter, bahkan ada beberapa titik yang lebih sempit. Kondisi ini menyulitkan kendaraan saat berpapasan. Salah satu pengendara motor sering kali harus mengalah hingga turun ke bahu jalan agar kendaraan dari arah berlawanan bisa lewat.

“Kalau jalan sekolah itu rawan. Kalau satu motor jalan, satu motor turun,” keluh Muslim.

Hal senada diungkapkan oleh Sapri, salah satu Ketua RW di Desa Pesisir Timur. Ia menyatakan bahwa sempitnya akses jalan saat ini sangat menghambat mobilitas harian warga, khususnya anak-anak yang ingin pergi ke sekolah.

Sapri berharap usulan yang lahir dari bawah ini tidak sekadar menjadi catatan di atas kertas musyawarah desa. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas untuk turun langsung melihat kondisi riil di lapangan.

Warga Desa Pesisir Timur sangat berharap pemerintah daerah mengawal ketat penganggaran proyek ini agar jalur alternatif yang layak menuju kawasan pendidikan tersebut tidak kembali tertunda setelah menanti selama tujuh tahun.(agussuradi)

Editor: yn

Back to top button