NASIONAL

MUI Serukan Umat Islam Boikot Ceramah Habib Alwi Assegaf Imbas Rendahkan Perempuan

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis. Foto istimewa

PROKEPRI.COM, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, menyerukan kepada seluruh umat Islam di Indonesia untuk berhenti menghadiri majelis maupun mengundang Habib Alwi bin Abdurrahman Assegaf sebagai penceramah.

Seruan tegas tersebut disampaikan Cholil Nafis melalui akun X pribadinya, @cholilnafis, pada Minggu (18/10/2026).

Langkah ini diambil menyusul viralnya potongan video ceramah Habib Alwi yang dinilai merendahkan harkat perempuan dan merusak citra dakwah Islam.

“Sodare-sodare, jangan undang lagi dan tak usah diikuti majelisnya orang model gini ya,” tulis Cholil Nafis dikutip Selasa (20/10/2026).

Menurut Cholil, materi ceramah yang disampaikan oleh Habib Alwi tidak mencerminkan keteladanan seorang dai. Ia menilai narasi dalam video tersebut berpotensi memicu kerusakan sosial serta spiritual di tengah masyarakat.

“Begini ini mau apapun statusnya tak layak menjadi penceramah. Bikin rusak agama dan manusia dengan ceramah model gini. Boro-boro menyebarkan Islam, malah ini yang merusak Islam,” tambah Rais Syuriah PBNU tersebut.

Polemik ini bermula dari beredarnya video ceramah Habib Alwi yang memicu gelombang kritik warganet. Dalam video tersebut, ia awalnya membahas tarif ceramahnya yang diklaim minimal sebesar Rp75 juta.

Situasi memanas saat ia melontarkan candaan yang meminta santriwati dihadirkan ke hadapannya untuk dipilih menjadi istri keempat. Selain itu, ia juga mengeluarkan pernyataan yang dinilai merendahkan jemaah perempuan lanjut usia dengan menyebut kehadiran mereka “mengotori mata”, meski kemudian berkilah bahwa ucapan tersebut hanya gurauan.

Hingga saat ini, potongan video tersebut terus memicu perdebatan luas di media sosial terkait etika berdakwah dan normalisasi materi ceramah yang dianggap tidak mendidik.(red)

Back to top button