Meja Panjang Pelantar II: Saat Kapolresta Tanjungpinang Duduk Sama Rendah, Makan Sama Rata dengan 150 Warga Pelabuhan

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Aroma makanan berbaur dengan embusan angin laut khas Pelabuhan Pelantar II, Kota Tanjungpinang, Kamis (29/10/2026) siang. Di bawah atap pelabuhan yang riuh oleh aktivitas bongkar muat, sekat-sekat protokoler seketika runtuh. Tidak ada jarak antara pejabat tinggi kepolisian dan warga yang sehari-hari memeras keringat di dermaga.
Hari ini, Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol. Indra Ranu Dikarta, memilih melebur bersama sekitar 150 warga. Di hadapannya, duduk para buruh panggul, pengemudi ojek, penambang boat, anak buah kapal (ABK), nelayan, hingga petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup. Semuanya larut dalam suasana hangat, menikmati makan siang bersama di atas meja yang sama.
Kehadiran para petinggi instansi maritim dan perhubungan seperti Kepala KSOP Kelas II Stephanus Risdiyanto, Kadishub Kepri Azis Kasim Djou, Kepala Basarnas Fazzli, dan Kepala BUP Kepri Capt. Awaluddin makin menegaskan bahwa pelabuhan hari itu menjadi ruang setara untuk mendengar.
Sebelum piring-piring hidangan dinikmati, warga terlebih dahulu dibekali “menu” edukasi yang tidak kalah penting, penyuluhan kesehatan dan bahaya antinarkoba. Bagi para pekerja pelabuhan yang bertaruh fisik setiap hari, informasi ini menjadi pengingat berharga di tengah kerasnya hidup di laut dan dermaga.
Usai doa bersama dilantunkan, momen ramah tamah pun pecah. Sembari menyuap makanan, Kombes Pol. Indra Ranu Dikarta mendengarkan langsung keluh kesah, tawa, dan cerita dari para urat nadi pelabuhan tersebut.
“Melalui kebersamaan ini, kami ingin semakin dekat dengan masyarakat, mendengar langsung masukan dan keluhan, serta memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan lingkungan,” ujar Kombes Pol. Indra di sela-sela obrolan.
Ia memandang wajah-wajah legam bertenaga di depannya dengan penuh rasa hormat. “Bapak dan ibu yang bekerja sebagai buruh, ojek, penambang boat, ABK, nelayan, hingga petugas kebersihan memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas di kawasan pelabuhan.”
Kapolresta juga menyelipkan pesan menyentuh agar para pekerja selalu mengutamakan keselamatan kerja, menjaga kesehatan, dan membentengi keluarga mereka dari jerat narkoba. Ia membuka pintu komunikasi selebar-lebarnya jika warga membutuhkan bantuan hukum atau keamanan.
Sinar kepuasan terpancar dari wajah Arjuna, salah satu warga yang hadir. Baginya dan ratusan pekerja lain, duduk berdampingan dengan seorang Kapolresta adalah momen yang langka sekaligus menyentuh hati.
“Kami senang bisa duduk bersama dan berbincang langsung dalam suasana yang akrab. Selain bersilaturahmi, kami juga mendapat pengetahuan tentang kesehatan dan bahaya narkoba,” tutur Arjuna dengan senyum merekah.
Sambil menyeka tangan usai makan, Arjuna menaruh harapan besar agar makan siang ini bukan yang terakhir.
“Semoga kebersamaan seperti ini terus berlanjut agar hubungan polisi dengan masyarakat semakin dekat. Kami mendoakan semoga Bapak Kapolresta dan seluruh jajaran selalu sehat dan diberikan kelancaran dalam menjalankan tugas,” pungkasnya.
Siang itu, Pelabuhan Pelantar II bukan sekadar tempat singgah kapal dan barang, melainkan saksi bisu di mana segelas air dan sepiring nasi mampu menjahit kedekatan yang tulus antara polisi dan masyarakatnya.(yan)
