KEPRI

Pria Tewas Gantung Diri di Tiban Kampung

PRIA Tewas diduga bunuh diri, saat dibaringkan di kasur usai ditemukan oleh orang tua korban tergantung di kosen jendela kamar di kediamannya Tiban Kampung, Batam, Selasa (29/8) sore. Tampak Kapolsek Sekupang Kompol Oji Fharoji sedang olah TKP. Foto Prokepri.com/IRA.

PROKEPRI,COM, BATAM – Seorang pria berusia sekitar 30 tahun ditemukan tewas tergantung di sebuah kamar di Tiban Kampung RT.001/RW 008 Kelurahan Tiban Lama, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Selasa (29/8) sekitar pukul 16.00 WIB sore.

Korban yang diketahui bernama M. Haryono diduga bunuh diri dan ini ditemukan pertama kali oleh sang ibu, Halimatul Saqdia (48) di dalam kamar rumah yang mereka tempati.

Peristiwa ini mengundang kerumuman warga yang sebagian sekiatar sedang asik menonton siaran langsung laga pertandingan sepak bola sea Game 29 Malaysia antara kubu Indonesia dan Myanmar di layar televisi channel SCTV. Begitu pula mendengar kabar adanya peristiwa Kapolsek Sekupang Kompol Oji Fharoji, S.Kom, SH, MH beserta jajarannya turun segera ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Selain itu, Kapolsek Sekupang yang baru menjabat sekitar dua pekan setelah menerima laporan dari warga langsung bersama Kanit Reskrim Polsek Sekupang Olah TKP, meriksa 4 saksi-saksim mengumpulkan barang bukti (BB) dan meminta tim identifikasi (Inafis) Polresta Barelang untuk ke lapangan.

“Korban bernama M. Haryono diduga bunuh diri di kamar kediaman orangtuanya di daerah Tiban Kampung. Namun keluarga korban tidak bersedia jenazahnya di bawa ke rumah sakit untuk di visum,” kata Kompol Oji menjawab PROKEPRI, di kediaman korban Tiban Kampung, Batam, Selasa (29/8) petang.

Menurut keterangan ibu korban yang juga saksi 1, Halimatul sekitar jam 12.00 WIB korban pulang ke rumahnya dalam kondisi basah dikarenakan hujan. Tidak lama kemudian kata Halimatul, anaknya Haryono masuk ke dalam kamar.

Namun sekitar pukul 16.00 WIB sore, Halimatul mau masuk ke dalam kamar anaknya karena mau mengambil charger HP seraya memanggil-manggil Haryono. Namun tidak dibukakan pintu kamarnya. Karena merasa curiga sang ibu mengintip melalui jendela kamar dan melihat anaknya sudah tergantung di jendela. Kemudian, ibu korban mendobrak pintu kamar dan memanggil tetangga untuk membantu korban.

Kejadian ini diakui oleh saksi 2 M. Sati dan saksi 3 Iskandar. Korban menurut mereka sudah tergantung di konsen jendela kamar dengan menggunakan kain hitam. Selanjutnya Sati mengambil pisau untuk memotong kain pengikat yang terlilit di leher korban dengan dibantu oleh Iskandar, kemudian dibaringkan di tempat tidur dalam kondisi meninggal dunia.

PENULIS/EDITOR : IRA

Back to top button