KEPRI

Walikota Batam Nobatkan Anugerah Batam Madani Kepada 10 Tokoh

ilustrasi Anugerah Batam Madani tahun 2016 lalu. dok humas pemko.

PROKEPRI.COM, BATAM – Puncak perayaan Hari Jadi kota Batam ke 188, tadi malam, diisi dengan pemberian Anugerah Batam Madani kepada 10 tokoh beragam bidang dinilai loyal dan berjasa dalam memajukan Batam, di Dataran Engku Puteri, Batam Center, Batam, Kepulauan Riau.

Penganugerahaan Anugerah Batam Madani 2017 tersebut, meliputi bidang diantaranya meliputi: bidang sosial, pengusaha, olahraga, adat istiadat, kebudayaan, keagaamaan, perempuan, pendidikan, bidang media dan pers dan lainnya.

Walikota Batam H. Muhamad Rudi menyampaikan penghargaan Anugerah Batam Madani 2017 ini diberikan tokoh yang terpilih atas sumbangsih dan dedikasinya selama ini untuk kota Batam.
“Anugerah ini kami berikan atas pengabdian dan kesetian yang tulus untuk Batam,” ujarnya sewaktu memberikan penghargaan dan disaksikan ribuan masyarakat di Alun-alun Engku Putri, Batam Centre, Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin (18/12/2017) malam.

Kesepuluh penerima anugerah ini diantaranyam bidang sosial dinobatkan kepada Efrizal, pendiri Yayasan Embun Pelangi yang kerap memberikan bantuan advokasi, penyelamatan dan pendampinginan terhadap korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Bidang pengusaha diberikan kepada pengusaha sukses Batam Hartono atau yang dikenal Akau. Hartono dikenal sebagai Pendiri PT Citra Buana Prakarsa, pusat pembelanjaan Kepri Mall, Pelabuhan Harbour Bay, Swiss Bell Hotel dan proyek yang akan dikerjakan ke depan pembangunan Hotel JW Marriot, office tower 14 lantai.

Bidang olah raga diberikan pada Kris Wiluan yang fokus mengembangkan olahraga perahu layar di Batam. Saat ini terdapat 30 anak binaan PT Citra Mas yang di didik menjadi atlet layar. Sebagai bentuk keseriusannya memajukan olahraga di batam, ia telah mendirikan gelanggang olahraga citra mas di kawasan industri kabil.

Bidang istiadat melayu diberikan pada Wakil Ketua Harian Lembaga Adat Melayu Batam Said Indra dan Ketua 4 LAM Batam. Sementara bidang keagamaan diberikan kepada kepala bidang tilawah seni membaca alquran di Qur’an Centre Batam Junaidi Jum’ah bersama rekan-rekannya.

Bidang Kebudayaan diberikan kepada Raja Zahari Ibni Raja Muhammad Nur. Ia merupakan keturunan ke -7 dari Raja Isa Ibni Raja Ali (marhum pulau bayan) yang di pertuan muda ke-5. Dimasa hidupnya beliau sehari-harinya sebagai nelayan tradisional yang tinggal di nongsa.

Ia juga merupakan tokoh agama yang mengajarkan mengaji, asrakal dan berzanzi. Semasa hidupnya ia begitu menjunjung adat istiadat melayu. Bertepatan 29 desember 2014 beliau menghadap sang khalik.
Tokoh perempuan diberikan pada Nuraeni martin Langi yang merupakan pelopor berdirinya Yayasan Graha Lansia Batam. Diketahui yayasan ini sudah memiliki 400 anggota. Para lansia mengikuti beragam kegiatan dari kerajinan tangan, pengajian, terapi kesehatan dan ceramah agama.

Bidang pendidikan diberikan kepada Hardi S. Hood, Anggota DPD Perwakilan Kepri ini membidangi pendidikan di lembaga tempatnya mengabdi, delapan tahun mejabat ketua Dewan Pendidikan dan dikenal melalui program SABAS (siap aktif bantu sekolah). Sedangkan bidang Pers dan Media diberikan kepada Candra Ibrahim, Dewan Redaksi Batam Pos.

Walikota Batam pada kesempatan itu, juga diberikan penghargaan kepada Tokoh Masyarakat masing-masing. Kecamatan Batam Kota, H. Andi Sudarmi Dahlan, Kecamatan Bengkong Ermin Yudi. Kecamatan Bulang Timat Rahmat / Long Timat, Kecamatan Galang Muhammad Amin.

Selanjutnya dari Kecamatan Belakang Padang Suly Abas, Kecamatan Sei Beduk Suparno, Kecamatan Batu Aji Idham Arrahman. Kecamatan Sagulung Usman Hadi, Kecamatan Batu Ampar Ahmad Dasuki, kecamatan Lubuk Baja Syahlan Sully, Kecamatan Nongsa H. Ramlan serta Kecamatan Sekupang diberikan pada Hendro Apendi.

Pada kesempatan itu, Rudi meminta dukungan masyarakat memajukan Batam sangat dibutuhkan. Pihaknya berjanji akan memfokuskan pembangunan infrastruktur menuju Batam yang lebih baik. Namun seluruh hal yang tengah diupayakan, menurutnya tidak dapat dilakukan apabila tidak ada harmonisasi antara pemangku kepentingan dan pengambil kebijakan.

“Hari ini semua ini sudah menyatu untuk kita semua, BP Batam, DPRD, Walikota juga, kalau begini kemajuan ekonomi bisa kita tingkatkan. Insya Allah dalam lima tahun ke depan kita bisa menyaksikan Kota Batam menjadi lebih baik,”urainya. (ira)

EDITOR : INDRA H

Back to top button