Taruni Bilqis Kesurupan Melihat Jin Besar yang Datang dan Mengganggunya
Jurit Malam SPN Dirgantara Batam di Ex Camp Vietnam Galang

PROKEPRI.COM, PULAU GALANG – Salah seorang taruni SMK Penerbangan SPN Dirgantara kelas 1, Bilqis fadila Aqda akhirnya kesurupan setelah melihat jin berupa orang besar yang datang dan mengganggunya pada kegiatan jurid malam dan longmarch taruna-taruni angkatan IV tahun 2017 di Ex. Camp Pengungsi Vietnam, Pulau Galang, Barelang, Kota Batam, malam Jum’at kemarin.
Demikian penggalan peristiwa jurit malam dan Longmarch yang dilaksanakan dari pukul 22.30 WIB hingga 03.30 WIB ini merupakan salah kegiatan rutin dilakukan setiap selesai ujian semester satu kelas 1 SPN Dirgantara Batam. Jurit malam dan long march ini disebut sebagai target akhir dari Madatukar (masa dasar pembentukan karakter).
Ketua Yayasan Pendidikan Sapta Lencana yang juga Pembina SMK Penerbangan SPN Dirgantara Batam mengatakan, Erwin Depari mengatakan peserta jurit malam sebanyak 61 taruna-taruni kelas 1 dengan pelatih 35 orang terdiri dari kelas 2 dan 3.
“Serta didampingi tiga orang guru dan pembina, yaitu guru agama Bapak Jamilus, guru kejuruan yang juga Waka Kurikulum Bapak Rony dan Pembina yang juga ketua yayasan saya sendiri,”kata Erwin Depari kepada prokepri.com, di Batam Center, Batam, Minggu (24/12/2017).
Diceritakan Erwin, kegiatan jurit malam ini dikemas menarik dengan penuh tantangan. Para taruna-taruni dilepas secara berduaan, berselang selama 10 menit sekali menempuh jarak 4,5 KM dalam kegelapan malam di lokasi kegiatan Ex. Camp Pengungsi Vietnam, Pulang Galang yang terkesan angker dan mistis.
“Di tengah perjalanan ada pos SPN Dirgantara Batam yang mana di dalam rumah kosong setiap taruna-taruni harus masuk untuk menulis nama dan tanda tangan serta menghapal satu pesan yang ditulis di dalam bingkar tulisan horor. Pada saat menulis nama dan tanda tangan kita siapkan pensil yang berbentuk jalangkung,”ujarnya.
Dalam rumah kosong tersebut, kata Erwin, pihaknya meletakan tiga hantu pocong yang mereka buat dari bantal dan diikat dengan kain kapan putih yang didandani dengan pakaian kuntilanak dan menyerupai jompi dengan rambut wig yang panjang, berjubah putih serta badan berdarah-darah.
“Sedangkan lampu penerangan hanya lampu teplok minyak tanah 2 buah saja. Di dalam rumah tersebut banyak taruna-taruni yang menjerit-jerit ketakutan minta tolong. Ada yang menangis-nangis dan bahkan ada yang lari ketakutan masuk ke parit pokoknya seru banget acaranya,”terang Erwin.
Menurut Erwin, dalam kegiatan jurit malam ini, salah seorang peserta taruni dari 61 taruna tingkat 1 mengalami kesurupan di tengah mengikuti acara tersebut. Namun tidak ada kendala berarti berhasil ditenangkan dan kegiatan berlangsung aman, tertib dan terkendali hingga selesai.
“Bahkan sampai ada yang kesurupan satu taruni kita kelas 1 atas nama Bilqis Fadila Aqda. Dia melihat orang besar menyerupai jin yang mendatangi dan mengganggungnya,” tutupnya. (ira)
EDITOR : INDRA H
