KEPRI

Manajamen Terkesan Enggan Tanggapi Limbah Proyek Polloux Habibie yang Dikeluhkan Warga 

Limbah Proyek yang jatuh ke pemukiman warga. Foto prokepri.com/INDRA H.

PROKEPRI.COM, BATAM – Manajemen melalui Humas proyek  Meiztertadt Batam (Pollux Habibie), Indratmo terkesan enggan menyikapi dan merespon keluhan warga perumahan Citra Batam terkait dampak negatif pembangunan mega proyek yang sedang berlangsung  ini berimbas ke pemukiman warga setempat.

Tidak itu saja, humas Proyek yang sedang berlangsung ini juga tidak bersedia ditemui wartawan sejak pemberitaan tentang keluhan warga Citra Batam. Sudah berkali-kali dikonfirmasi baik langsung ke kantornya di lantai II Hotel Harmoni One tidak bersedia di temui.

Bahkan konfirmasi yang dilakukan wartawan melalui telepon seluler dan washaatApp nyapun tidak ditanggapinya. Hingga saat ini, sedikitnya 80 kepala keluarga (KK) warga perumahan Citra Batam berharap itikad baik manajemen proyek Polloux Habibie dengan warga tidak di tunjukkannya. Masyarakat yang bermukim bersebelah dengan dinding proyek megah itu mengaku kecewa.

“Maaf saya sedang meeting dengan Direksi di Jakarta,”jawab Humas Manajemen Meiztertadt Batam (Pollux Habibie), Indratmo melalui washaatAps (WA) yang ditujukan ke wartawan prokepri, pekan lalu.

Sebelumnya, hal yang sama ditunjukan oleh Dinas Badan Lingkungan Hidup kota Batam yang bertanggungjawab tentang Amdal proyek tersebut terkesan enggan menggomentari terkait limbah buangan dari proyek yang menggenangi perumahan warga setempat.

“Sepengetahuan kami Amdal proyek Pollux Habibie sudah diurus tapi diminta ada perbaikan-perbaikan dan saran yang BLH berikan kepada mereka,”kata salah seorang ASN Kantor BLH   Batam yang mengaku tidak memiliki kapasitas memberikan statemen terkait Amdal, akhir tahun lalu.

Ketua RW 01 Kelurahan Teluk Tering, Kecamatan Batam Kota, Indra mengaku sejak dirinya menjabat jadi Ketua RW di lingkungan perumahan Citra Batam tersebut, belum ada satupun surat atau rekomendasi yang dimintakan dalam Proyek Polloux Habibie yang dia tanda tangani.

“Baik terkait sempadan maupun rekomendasi proses izin amdal dari lingkungan sekitar.Tata Kelolah lingkungan ada sidang Amdalnya, itu pun tidak pernah melibatkan sempadan dan warga setempat,”ujar Indra kepada prokepri, belum lama ini.

Namun Indra menyebutkan, ketika permasalahan mencuat di media massa, pihak Polloux Habibie tadi merespon dengan menutupi lubang air yang jatuh ke pemukiman warga perumahan Citra Batam.

“Kayaknya mereka sedang action menutup lubang air pembuangan ke pemukiman warga kita,”ujarnya.

Dia berharap, ada komunikasi antara kedua belah pihak, antara warga dan pengelolah proyek Pollux Habibie itu agar semua permasalahan bisa selesai. Sementara banyak sekali permasalahan yang terjadi di kedua belah pihak.

Sedikitnya 80 kepala keluarga (KK) warga Perumahan Citra Batam, Kota Batam mengeluhkan limbah project Meistertadt Batam (Pollux Habibie) yang menggenai jalan, pekarangan dan pemukiman warga yang bersebelah dengan project super blok milik mantan Presiden B.J. Habibie itu.

Tak hanya masalah analisa dampak lingkungan (AMDAL) yang dirasakan langsung warga bermukim di Komplek Citra Batam.  Warga juga mengeluhkan genangan air dan lumpur dari limbahan dari project yang akan dikembangkan jadi apartemen, mal, rumah sakit, perkantoran, universitas dan fasilitas lainnya di atas lahan dengan luas 9 ha yang juga mencakup 11 tower.

“Selain masalah Amdalnya, ditambah dengan limbah buangan air dan lumpur dari project itu yang menggenangi perumahan. Belum lagi menimbulkan suara kebisingan dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga yang tinggal bersebelahan dengan proyek Pollux Habibie tersebut,”ujarnya.

Ia meminta Pemerintah Kota Batam dan BP Batam untuk turun tangan menyelesaikan masalah warga Perumahan Citra Batam dengan proyek Pullox Habibie yang sudah berlarut-larut ini. Diakuinya, selama ini ada pertemuan yang difasilitasikan oleh Lurah terkait Amdal proyek, tetapi hanya terkesan formalitas saja, tidak terlihat itikad baik dari perusahaan tersebut.

“Warga kami merasakan langsung dampak negatifnya, selain air yang menggenang terutama disaat hari hujan curahan dari dinding project pollux habibie. Juga menimbulkan kotoran dan debu dan lumpur yang dirasakan langsung masyarakat di perumahan Citra Batam ini. Pernah mereka janji buat Bak bendungan dari pralon lubang air yang keluar dari project Pollux itu, tetapi nyatanya tidak ada,” kesal Indra didampingi warga lainnya.

Ia mengatakan, setahun lebih project tersebut berjalan selama itu pula dirasakan dampak negatifnya bagi warga Perumahan Citra Batam. Bahkan pernah dibuat kesepakatan bersama antara pihak pollux yang diwakili manajemen dan humasnya Saraswati dan Indratmo dengan perwakilan warga di kantor Lurah. Namun tidak ada realisasi dan niat baik perusahaan untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan di perumahan.

“Warga juga sudah mulai kesal dan marah. Sampai mau anarkis tapi kami sebagai perangkat RT dan RW masih dapat meredam gejolak warga. Kami minta Pak Wali kota Batam dan pihak terkait untuk segera turun tangan segera bertindak menyelesaikannya,”pinta Indra.

Salah seorang warga, Lam (46) mengaku sangat menyayangkan sikap dari pelaksana project Pollux Habibie yang amdalnya berdampak langsung terhadap perumahan tempat tinggalnya yang dirasakan sangat dampaknya. Warga sempadan juga menagih janji Polloux Habibie agar direalisasikanya.

“Akibat proyek Pollux Habibie ini, air dan lumpur melimpah ke perumahan warga Citra Batam. Kayaknya mereka sengaja membuat pipa pembuangan yang mengenai pemukiman kita. Apalagi kalau hari hujan, air dari dinding proyek Polloux ini melimpah dan menggenangi perumahan kami,”ujarnya.

Dikutip prokepri dari PropertiLaunch, proyek superblok milik  mantan presiden B.J. Habibie, Meistertadt Batam tersebut ditargetkan akan beroperasi pada tahun 2019 setelah melakukan prosesi dari groundbreaking. Proses groundbreaking tersebut adalah untuk membuktikan komitmen dari perusahaan untuk bisa mengembangkan serta memajukan perekonomian di kawasan Batam.

Meisterstadt adalah merupakan proyek kerja sama yang berkelanjutan antara Pollux Properties dengan B.J. Habibie.  Kawasan kota Batam juga telah menjadi tempat tujuan ketiga yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan di Indonesia setelah kawasan Jakarta dan Bali. Letak dari kota tersebut juga cukup strategis dan berbatasan langsung dengan negara Singapura.

Nantinya di proyek tersebut akan dikembangkan apartemen, mal, rumah sakit, perkantoran, universitas dan fasilitas lainnya di atas lahan dengan luas 9 ha yang juga mencakup 11 tower. Untuk fase pertama akan dikembangkan apartemen dengan luas 24-41 m2 dengan harga ntara Rp 300 juta- Rp 800 juta selain nantinya juga akan ada 128 unit ruko. (ira)

EDITOR : INDRA H

Back to top button