Pasar Induk Jodoh Batam Akan Ditata Mirip Pasar Klewer Solo

PROKEPRI.COM, BATAM – Walikota Batam Muhammad Rudi bergerak cepat, dalam waktu dekat ini Pemerintah Kota (Pemko) Batam bekerja sama dengan Badan Penguasahaan (BP) Batam memindahkan sekitar 85 pedagang tradisional yang ada di pasar Induk, Sei Jodoh yang segera akan ditata untuk dirombak kembali oleh pemda setempat.
Setelah pedagang kaki lima yang ada di sana dipindah ke lokasi yang disiapkan Pemko Batam, pihaknya segera membersihkan bangunan eks Pasar Induk Sei Jodoh ini dari sampah yang berserakan dan puing-puing yang tak berguna. Nantinya pasar induk Sei Jodoh ini akan dibangun tingkat empat, khusus lantai dasar untuk pedagang basah.
Rudi mengatakan, meski pihaknya belum mengantongi surat serah terima aset dari Badan Pengusahaan (BP Batam. Walau, katanya, Ketua BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo sudan mengirim surat resmi ke Kementerian Keuangan untuk pemindahan sejumlah aset dari BP Batam ke Pemko Batam, termasuk salah satunya Pasar Induk, Sei. Jodoh.
“Namun pembersihan pasar Induk itu (Sei Jodoh) bisa segera kita mulai. Saya minta ada surat dari Kepala BP Batam agar bisa kita gunakan dan sudah dia tandatangani,” kata Rudi kepada awak media, di kantor Wali Kota Batam, Senin (8/1/2018).
Menurut Rudi, surat itu adalah untuk pemindahkan pedagang dan pembersihkan Pasar Induk Jodoh. Namun belum untuk membangun kembali, karena diakuinya harus menunggu surat peralihan aset negara oleh Kementerian Keuangan dari BP Batam ke Pemko Batam.
“Ketua BP Batam (Lukita Dinarsyah Tuwo) susah mengirim surat ke Kementerian Keuangan untuk pemindahan aset Pasar Induk Jodoh. Namun, belum mendapatkan respon dari kementerian,”ujarnya.
Jika menunggu serah terima aset, bebernya, terlalu lama bila pembersihan Pasar Induk Sei Jodoh harus menunggu restu dari Kementerian Keuangan. Untuk legalitasnya, sambung Rudi cukup dengan surat dari Kepala BP Batam.
“Karena kami kerja mau cepat seperti instruksi Pak Presiden Jokowi. Jumlah kios tergantung jumlah pedagang di Jodoh yang akan ditempatkan di Pasar Induk. Nanti seperti Pasar Klewer, pedagang basah di lantai bawah,” tukasnya, dikutip prokepri.com dari kantor berita antara.
Diketahui, berdasarkan pemetaan yang dilakukan Pemko Batam, saat ini terdapat 85 orang pedagang di kios-kios Pasar Induk Sei Jodoh. Semuanya bakal segera dipindahkan sementara ke tempat lain.
Karena direncanakan dilokasi pasar Induk Sei Jodoh yan ada sekarang ini akan dirombak dan ditata kembali. Rencananya pasar yang baru terdiri dari 4 hingga lima lantai dan mampu menampung ribuan pedagang. Seluruh pedagang pasar Tos 3.000 akan dipindahkan ke pasar induk yang baru nantinya. (ira)
EDITOR : INDRA H
