Bupati Aneng Apresiasi Nelayan Selamatkan Penyu Tersangkut Jaring dan Tumpukan sampah

PROKEPRI.COM, ANAMBAS – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng memberikan apresiasi kepada nelayan bernama Andrika karena aksi cepatnya menyelamatkan penyu yang tersangkut jaring dan tumpukan sampah di perairan Teluk Sadang, Kecamatan Jemaja Barat, Kabupaten Anambas, pada Kamis (20/11/2025).
“Saya sangat mengapresiasi langkah cepat nelayan yang membantu melepaskan penyu itu. Ini tindakan terpuji yang harus dicontoh,” kata Aneng, Jumat (21/11/2025).
Dia menegaskan bahwa menjaga keberlangsungan satwa laut bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat, terutama nelayan.
Aneng juga mengingatkan bahwa penyu adalah satwa yang sensitif terhadap perubahan lingkungan. Sampah laut dan jaring bekas menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup mereka.
“Penyu ini harus kita jaga. Mereka bagian dari kekayaan alam Anambas. Kalau kita biarkan terancam, generasi mendatang tidak lagi bisa melihatnya,” ujarnya.
Aneng mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah ke laut serta segera melaporkan bila menemukan penyu atau satwa laut lain yang membutuhkan pertolongan.
“Kita jaga laut kita, kita jaga penyu kita. Setiap tindakan kecil memberi dampak besar bagi kelestarian alam,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, dua ekor penyu nyaris kehilangan nyawa setelah tersangkut jaring dan tumpukan sampah yang hanyut di perairan Teluk Sadang, Kecamatan Jemaja Barat, Kabupaten Anambas, Kamis (20/11/2025).
Beruntung, keduanya berhasil diselamatkan oleh seorang nelayan bernama Andrika yang saat itu sedang melaut.
Teluk Sadang diketahui merupakan salah satu habitat penting bagi peneluran penyu di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Di wilayah Jemaja sendiri, program penangkaran penyu telah lama berjalan sebagai bagian dari upaya pelestarian satwa yang dilindungi tersebut.
Andrika menceritakan, awalnya ia mengira yang terlihat hanyalah tumpukan sampah dan jaring yang hanyut. Namun ketika mendekat, ia melihat ada penyu yang bergerak dalam kondisi lemas karena terjerat jaring di permukaan laut.
“Kita waktu itu mau mancing. Terlihat sampah sama jaring hanyut. Sekilas tampak penyu bergerak, jadi kami langsung bantu lepaskan dari jaring,” ujar Andrika saat dikonfirmasi dari Tarempa, Jumat (21/11/2025).
Tanpa ragu, ia memotong jaring yang membelit kedua penyu itu. Setelah memastikan tidak ada luka pada tubuh satwa tersebut, ia langsung melepasnya kembali ke laut.
“Begitu jaringnya putus, langsung kami lepaskan supaya bisa berenang bebas lagi,” katanya.
Menurut Andrika, ini bukan kali pertama ia menyelamatkan penyu. Tahun lalu, ia juga menemukan penyu yang terjebak jaring saat melaut.
“Selagi bisa kita bantu, ya kita bantu. Penyu itu harus hidup, jangan sampai mati sia-sia karena sampah atau jaring,” ujarnya.(as)
Editor: yn
