Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!


Dapat Restu Pimpinan, Rodi Yantari Mantap Laporkan Andi Cori ke Polisi

 

PPTK Jembatan Dompak Dinas PU Kepri, Rodi Yantari berjalan didepan ruang sidang PN Tanjungpinang, Jumat (9/8). Foto prokepri/ Sueb.

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Setelah mendapatkan restu dari atasan di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kepulauan Riau, Rodiyantari, mantan PPTK Jembatan Dompak menyatakan kemantapannya melaporkan Andi Cori Patahuddin ke polisi, terkait kasus dugaan fitnah tuduhan menerima sejumlah uang dalam sidang kasus pencurian plat baja di Pengadilan Negeri baru-baru ini.

“Alhamdulillah, saya kemarin udah mendapatkan restu dari atasan untuk melaporkan saudara terdakwa Andy Cori Patahudin atas tuduhan keji di muka persidangan terhadap saya,” kata Rodi kepada prokepri melalui sambungan telepon, Senin (12/08).

Rodi mengaku melakukan konsultasi terkait rencana laporan atas fitnah keji yang dilemparkan oleh terdakwa Andi Cori dipersidangan, tuduhan Cori tersebut tidak tertuang dalam berita acara pemeriksaan

“Saya udah mantap akan melaporkan saudara Andi Cori Patahudin, hanya saja berdasarkan hasil koordinasi kita dengan teman-teman di Polres,  bahwasanya, kasus Andi Cori masih dalam proses persidangan, maka kami disarankan untuk menunggu putusan majelis hakim yang menyidangkan terdakwa Andi Cori,”Kata Rodi

Selain mantap melaporkan Cori karena mendapatkan restu dari Kepala Dinas PU, Rodi juga telah mantap mendapatkan restu dari keluarga besarnya

“Udah mendapatkan restu keluarga besar, termasuk ibu saya. Tuduhan Andi Cori itu merupakan sebuah tindakan fitnah keji. Keterangan yang ia sampaikan dimuka persidangan (Andi Cori) harus mampu ia  buktikan, ingat fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan.” Sebutnya

Penulis : SUEB

Editor : YAN

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.