KEPRI

Dua Nelayan Batam Beserta Kapalnya Dipulangkan Malaysia

Kepala Bakamla Zona Barat, Laksamana Muda TNI Bambang Trijanto bersama Wagub Kepri Nyanyang dan dua nelayan Batam di atas KN Pulau Nipah-321 di Pelabuhan Batu Ampar, Kota Batam, Rabu (19/3). Foto prokepri/ist

PROKEPRI.COM, BATAM – Dua orang nelayan asal Bengkong, Kota Batam beserta kapalnya dipulangkan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM), pada Rabu (19/3/2025).

“Tadi sekitar pukul 09.00 WIB, kami berangkat menggunakan KN Pulau Nipah-321 menuju titik penjemputan yang dijanjikan dengan APMM. Dua nelayan kita beserta kapalnya berhasil dipulangkan,” kata Kepala Bakamla Zona Barat, Laksamana Muda TNI Bambang Trijanto dalam keterangannya yang diterima media ini, Rabu (19/3).

Dua nelayan bernama Salam dan Suhardi ini, sebelumnya ditahan dan diproses APMM karena melanggar batas laut Malaysia pada 12 Maret 2025 lalu.

“Kami langsung berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal RI di Johor Malaysia, sekaligus berkomunikasi intensif dengan pihak APMM Malaysia. Terlebih kami juga memiliki hubungan baik dengan mereka,”jelas Bambang.

Setelah kurang lebih seminggu dan dari hasil persidangan di Malaysia, kedua nelayan tersebut dinyatakan tidak bersalah. Setelah mencapai kesepakatan, Bakamla berangkat ke titik penjemputan di batas wilayah laut tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Wagub Kepri Nyanyang Menerima Kepulangan

Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Wakil Gubernur (Wagub) Kepri, Nyanyang Haris Pratamura secara resmi menerima kepulangan dua nelayan asal Bengkong, Kota Batam, Salam dan Suhardi.

Penyerahan kedua nelayan tersebut berlangsung di atas Kapal Negara (KN) Pulau Nipah-321 yang bersandar di Pelabuhan Batu Ampar, Kota Batam, Rabu (19/3).

Nyanyang menyampaikan rasa terima kasih atas kembalinya dua warga Kepri yang telah dibebaskan oleh Polisi Maritim Malaysia setelah sebelumnya dinyatakan melanggar batas wilayah laut.

“Ini merupakan hasil kerja cepat dan baik yang dilakukan terutama oleh Badan Keamanan Laut (Bakamla) Zona Barat di bawah pimpinan Laksamana Pertama TNI Bambang Trijanto, yang langsung menjemput kedua nelayan tersebut,” jelasnya.

Nyanyang menyatakan bahwa Pemprov Kepri ke depan akan menggandeng semua pihak terkait untuk terus memberikan edukasi kepada seluruh nelayan di Kepri, terutama mengenai pemahaman batas-batas wilayah laut yang boleh mereka masuki.

“Kami juga menghimbau kepada nelayan-nelayan kita saat pergi melaut agar memastikan perlengkapan dan pendukung keselamatan kerja selalu diperhatikan dengan baik, guna menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” pesannya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BP2D) Provinsi Kepri, Doli Boniara, yang ikut serta dalam penjemputan kedua nelayan, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Provinsi Kepri, Hendri Kurniadi.(odi)

Back to top button