GMNR Soroti Maraknya Pemberian Gelar Adat oleh LAM Kepri

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Gerakan Anak Melayu Negeri Riau (GAMNR) Tanjungpinang menyoroti kian maraknya penabalan gelar adat oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri yang justru menjauh dari ruh perjuangan adat itu sendiri.
Padahal, Perda Provinsi Kepri Nomor 1 Tahun 2014 dan AD/ART LAM Kepri secara tegas menugaskan lembaga ini untuk memperkuat eksistensi dan memperjuangkan pengakuan Masyarakat Hukum Adat Melayu sesuai amanat Pasal 18B ayat (2) UUD 1945 dan Permendagri No. 52 Tahun 2014.
“Hingga kini, tidak ada satu pun masyarakat adat Melayu di Kepri yang diakui secara hukum, sementara dana publik terus digelontorkan untuk kegiatan seremoni dan simbolik yang minim manfaat bagi akar budaya Melayu,”ujar Ketua GMNR Tanjungpinang, Said Ahmad Syukri, Kamis (30/10/2025).
LAM Kepri, menurut Said, semestinya menjadi pelindung marwah adat, bukan sekadar panggung penabalan gelar bagi pejabat.
“Karena itu, GAMNR mendesak Pemprov Kepri dan DPRD Kepri untuk melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran LAM Kepri, serta mendorong percepatan proses pengakuan resmi masyarakat hukum adat Melayu di seluruh wilayah Kepulauan Riau,”desaknya.
Said menambahkan, adat bukan alat legitimasi, melainkan identitas yang harus diperjuangkan. “Pulangkan marwah adat Melayu kepada rakyatnya,”pungkas putera kelahiran Pulau Penyengat ini.
Sebelumnya diberitakan, Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra mendapatkan gelar adat dari LAM Kepri di Kabupaten Lingga. Yusril resmi menyandang gelar adat sebagai Dato’ Sri Indra Narawangsa.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyebut gelar Dato’ Seri Indera Nara Wangsa yang diberikan kepada Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra merupakan bentuk penghormatan masyarakat Melayu.
Yusril, menurut Ansar, selama ini dikenal sebagai negarawan berintegritas tinggi dan pemikir hukum terkemuka di tanah air.
“Pemberian gelar ini tidak hanya bentuk penghormatan, tetapi juga amanah bagi penerimanya untuk terus berbuat bagi kemajuan negeri,”ujarnya usai menyaksikan penabalan gelar di Replika Istana Damnah, Daik, Kabupaten Lingga, Selasa (28/10/2025) lalu.
Makna dari gelar Dato’ Seri Indera Nara Wangsa adalah pemimpin bangsa yang mulia dan gagah berani.
“Sebuah simbol bagi sosok yang menjaga marwah kemelayuan dalam setiap langkah pengabdiannya,”sambung Ansar.(wan)
Editor: yn
