Luruskan Isu Indonesia akan Chaos, Seskab Teddy: Narasi Yang Keliru

PROKEPRI.COM, JAKARTA – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya meluruskan isu yang menyebutkan bahwa dalam waktu dekat ini Indonesia akan chaos.
“Pertama saya minta maaf mau luruskan. Itu adalah narasi yang keliru, tidak ada itu chaos-chaos, yang ada adalah semuanya terkendali. Buktinya apa, satu ditengah konflik global di Timur Tengah, banyak sekali negara yang menaikaan harga BBM, kesulitan BBM, tapi justru Presiden Prabowo memutuskan untuk untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi sama sekali, itu fakta,”kata Teddy dalam keterangan resminya dikutip Sabtu (11/4/2026).
Berdasarkan daftar kenaikan harga BBM di negara Asia Tenggara per 31 Maret 2026, Indonesia adalah negara satu-satunya yang tidak menaikkan harga BBM khususnya bensin, dengan kenaikan harga 0 persen, termasuk solar 0 persen.
Berbeda dengan delapan negara Asia Tenggara lainnya, mulai dari Thailand menaikkan harga bensin 8.7 persen, solar 9.1 persen, Singapura, bensin 20.5 persen, solar 44.0 persen, Malaysia bensin 28.7 persen, solar 54.9 persen.
Di Vietnam bensin naik 31.8 persen, solar 45.9 persen, Laos, bensin 32.9 persen, solar 72.4 persen, Kamboja, bensin 52.8 persen, solar 78.7 persen, Filipina bensin 54.2 persen, 81.8 persen solar, dan Myanmar bensin naik 55.4 persen, solar 76.9 persen.
Kemudian, ia menyebutkan data perekonomian dari ekonom yang benar.
Berdasarkan data pertumbuhan ekonomi negara anggota G20 pada Q4-2025 (%YOY) Indonesia menempati posisi kedua setelah India dengan 5.39 persen, India pertama 7.40 persen, Arab Saudi 4.90 persen, China 4.50 persen, Spanyol 2.60 persen, Amerika Serikat 1.90 persen, Belanda 1.80 persen, Korea Selatan 1.50 persen, Uni Eropa 1.30 persen, Perancis 1.10 persen, dan jepang 0.80 persen.
“Menunjukkan kita mengarah ke optimistik. Daya beli masyarakat terjaga. Dan yang paling penting ini, yang paling nyata, pemerintahan Pak Prabowo sudah dua kali melaksanakan lebaran. Dan faktanya, buktinya di dua kali itu, kita alami bersama, seluruhnya stabil. Harga bahan pokok, kebutuhan pokok tersedia, harga-harga stabil, BBM tersedia, dan arus mudik lancar. Itu adalah fakta, data yang tersedia di lapangan, semua terukur disini. Jadi masyarakat jangan kawatir,”imbau Teddy.
Teddy juga mengungkapkan, bahwa saat ini ada satu fenomena, yakni inflasi pengamat.
“Sekarang ini ada satu fenomena, apa itu? ada yang namanya inflasi pengamat. Jadi banyak sekali pengamat. Ada pengamat beras, tapi dia background-nya bukan disitu, ada pengamat militer, ada pengamat luar negeri, dan pengamat-pengamat itu datanya tidak sesuai fakta, datanya keliru,”jelas dia.
“Dan teman-teman coba anda perhatikan. Dari sebagian besar pengamat-pengamat itu adalah pengamat-pengamat yang sejak dulu sudah berusaha mempengaruhi warga, membentuk opini publik. Bahkan sejak Pak Prabowo belum menjadi Presiden. Tapi faktanya apa?, faktanya, lebih dari 96 juta warga lebih percaya Pak Prabowo, tidak percaya mereka. Nah itu adalah bukti nyata kepercayaan publik, bukan suatu asumsi,”sambung Teddy tegas.
Pemerintah, masih Teddy, tidak anti terhadap kritik.
“Saya kira boleh kita berbeda pandangan, boleh berbeda pendapat, silahkan beri kritik tapi jangan sampai kita memberi statmen yang membuat orang cemas terhadap negeri ini. Semuanya stabil semuanya terkendali. Mari kita sama-sama untik mencapai yang terbaik kedepan. Satu lagi, kita harus punya harapan dan doa yang baik untuk negeri ini, jangan sampai kita menjadi orang-orang yang malah justru mengajak orang lain untuk punya harapan dan doa yang jelek untuk negeri yang kita cintai ini. Semua bekerja keras. Tentu belum sempurna, kami terima kritik, terima masukan, bahkan secepat mungkin kita sempurnakan, kita maksimalkan sesegera mungkin,”pungkasnya.(i)
Editor: yn
