Jelang Idul Fitri, Pintu Masuk ke Tanjungpinang Diperketat

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, pintu masuk ke Kota Tanjungpinang, Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) diperketat.
“Akan dimulai dari 26 April sampai akhir Mei 2021 mendatang,” kata Kapolres Tanjungpinang, AKBP Fernando saat Rapat Koordinasi Bersama Pemko Tanjungpinang, TNI serta instansi terkait dalam rangka antisipasi arus mudik guna menekan peningkatan kasus Covid-19, serta persiapan operasi ketupat seligi 2021 di Rupatama Antan Seludang, Polres Tanjungpinang, Kamis (22/4).
Dia mengatakan, mulai Senin (26/4) nanti, Pemerintah Kota Tanjungpinang bersama Polres akan melakukan penyekatan dengan membuat dua pos pengamanan dipintu masuk yakni di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) dan Bandara Raja haji Fisabililah.
“Pada pos pengamanan yang sudah ditentukan itu akan dilakukan penyekatan bagi warga luar Kepri yang akan masuk ke Tanjungpinang,” ungkap Fernando.
Fernando menegaskan, langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi warga mudik ke Tanjungpinang sebelum Idul Fitri. Jika sudah ada warga dari luar Kepri yang sudah terlanjur datang, sambungnya, maka akan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu.
“Seperti dilakukan swab PCR, antigen atau rapid tes, atau genose, kalau negatif tidak masalah, namun kalau positif hasilnya nanti akan diberikan tindakan seperti karantina dan lainnya,”tutupnya.
Ditempat yang sama, Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma mengaminkan apa yang dikatakan Kapolres.
“Kita harapkan dengan adanya sinergitas untuk memperketat pintu masuk dapat berjalan dengan baik sesuai dengan arahan Presiden terkait larangan mudik lebaran sebagai langkah upaya menekan penyebaran Covid-19, tujuannya adalah untuk kebaikan bersama karena kita melihat kondisi Kota Tanjungpinang kasus Covid-19 cukup meningkat,”jelas Rahma.
Selain itu, Rahma juga mengingatkan bahwa akan dilakukan optimalisasi posko PPKM yang sudah dibentuk agar masyarakat sekitar dapat merasakan manfaat jika terdapat warga yang terkonfirmasi Covid-19.
“Kampung Tangguh akan terus dioptimalisasi dengan mengaktifkan posko PPKM dengan upaya penanganan awal jika terdapat warga yang terkonfirmasi Covid-19,” lanjutnya.
Terkait pelaksanaan ibadah tarawih di bulan suci Ramadhan, Rahma mengatakan memang masih ada beberapa rumah ibadah yang belum sepenuhnya menerapkan protokol kesehatan seperti menggulung sajadah, membuat jarak shaf dan jamaahnya masih ditemukan tidak memakai masker.
Ia berharap tim gugus tugas atau tim kampung tangguh dapat bertindak dengan memberikan pemahaman terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19.
“Memang masih banyak ditemukan beberapa masjid yang belum mematuhi protokol kesehatan, kami hampir setiap hari melakukan safari Ramadhan, namun kami terus mengimbau agar DKM dapat mematuhinya, ini bukan hanya tugas Pemko untuk mengimbau dan mendisiplinkan prokes tetapi tugas kita semua dan seluruh masyarakat harus menanamkan kedisiplinan agar penyebaran Covid-19 ini tidak begitu cepat menyebar,” terang Rahma.
Mengenai pelaksanaan takbir keliling, Rahma mengatakan karena masih dalam kondisi pandemi ditiadakan namun dibolehkan untuk di dalam masjid atau surau.
“Takbir keliling kota kita tiadakan karena mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, namun kami perbolehkan setiap masjid dan surau untuk mengumandangkan takbir melalui pengeras suara sehingga kemeriahan Hari Raya Idul Fitri tetap dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.
Dalam rapat tersebut turut hadir Danwing Udara 1, Danpomal, Danyonmarhanlan, Perwakilan Danrem 0315/Bintan, Ketua LAM Kota Tanjungpinang, Perwakilan KSOP, Perwakilan Angkasapura, Ketua MUI Kota Tanjungpinang, PCNU dan beberapa instansi terkait.(r/yan)
