Jumlah Penderita HIV/AIDS di Tanjungpinang Tembus Seribu Orang
Wawako Ariza: Total di Kepri 4 Ribu Orang

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Tanjungpinang telah mencapai 1.000 orang. Sementara, total di Provinsi Kepri telah mendekati 4.000 orang.
“Saat ini, jumlah penderita HIV/AIDS di Kepulauan Riau (Kepri) mendekati 4.000 orang. Sementara di Tanjungpinang, sekitar 1.000 orang masih membutuhkan layanan dan pengawasan rutin,”kata Wakil Walikota Tanjungpinang Raja Ariza dalam kegiatan Advokasi Strategis Building Awareness and Mobilizing Domestic Resources Workshop for Sustainability of HIV Program di Aston Tanjungpinang Hotel and Conference Center, Senin (11/5/2026).
Ariza pun meminta penanganan HIV/AIDS menjadi prioritas bersama agar layanan bagi orang dengan ODHIV tetap berjalan berkelanjutan di tengah keterbatasan pendanaan program kesehatan.
Menurutnya, selama ini banyak program sosial dan kesehatan, termasuk penanganan HIV/AIDS, mendapat dukungan dari NGO dan lembaga donor luar negeri. Namun kondisi global membuat kemampuan pendanaan mereka mulai terbatas.
“Ini warning bagi kita. Jangan sampai nanti NGO melepas bantuan, sementara pemerintah belum siap mengambil alih,”tegas Ariza.
Ia menyebut penanganan HIV/AIDS tidak bisa hanya dibebankan kepada komunitas sosial. Keterlibatan pemerintah daerah, sektor swasta, hingga lembaga masyarakat diperlukan agar upaya pencegahan tetap berjalan.
“Kalau anggaran pemerintah terbatas, persoalan ini harus dipikul bersama. Minimal ada prioritas untuk penanganan penyakit ini,”sebut Ariza.
Meski belum sepenuhnya mencapai target, Ariza mengungkapkan, penanganan HIV/AIDS khususnya di Tanjungpinang mulai menunjukkan perkembangan positif.
“Ini tantangan bagi kita di tengah keterbatasan anggaran. Tapi kalau dilakukan bersama-sama, persoalan ini bisa kita atasi agar penyakit ini tidak terus berkembang,” ucapnya.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI per Juni 2025 lalu, tercatat dari estimasi total orang dengan HIV di Indonesia, sebanyak 353.694 orang atau 63 persen telah teridentifikasi.
Dari jumlah tersebut, 249.808 orang sudah memulai pengobatan ARV dan 139.958 di antaranya mencapai virus tersupresi.(i)
Editor: yn
