Kajian Sosiologi Hukum Atas Penyegelan Lokasi Usaha

Rachmat Nasution S.sos

Dalam filsafat hukum terdapat beberapa aliran yang mendorong tumbuh dan berkembangnya sosilogi hukum, diantaranya Mazhab sejarah, tokohnya Carl Von Savigny (hukum itu tidak dibuat, akan tetapi tumbuh dan berkembang bersama-sama masyarakat). Hal tersebut merupakan perwujudan dari kesadaran hukum masyarakat, perkembangan hukum dari status ke kontrol sejalan dengan perkembangan masyarakat sederhana ke masyarakat modern.

Mazhab utility, tokohnya Jeremy Bentham (hukum itu harus bermanfaat bagi masyarakat guna mencapai hidup bahagia). Dimana manusia bertindak untuk memperbanyak kebahagiaan dan mengurangi penderitaan dan pembentuk hukum harus membentuk hukum yang adil bagi segenap warga-warga masyarakat secara individual).

Rudolph von Ihering (social utilitarianism yaitu hukum merupakan suatu alat bagi masyarakat untuk mencapai tujuan)

Aliran sociological jurisprudence, tokohnya Eugen Ehrlich (hukum yang dibuat harus sesuai dengan hukum yang hidup di dalam masyarakat atau living law)

Aliran pragmatical legal realism, tokohnya Roscoe Pound (law as a tool of social engineering), Karl Llewellyn, Jerome Frank, Justice Oliver (hakim-hakim tidak hanya menemukan huhum akan tetapi bahkan membentuk hukum)

Menurut Emile Durkhain mengungkapkan bahwa dalam masyarakat selalu ada solideritas social yang meliputi :

Max Weber dengan teori ideal type, mengungkapkan bahwa hukum meliputi :

– Irasionil materil (pembentuk undang-undang mendasarkan keputusan-keputusannya semata-mata pada nilai-nilai emosional tanpa menunjuk pada suatu kaidahpun)

– Irasionil formal (pembentuk undang-undang dan hakim berpedoman pada kaidah-kaidah diluar akan, oleh karena didasarkan pada wahyu atau ramalan)

– Rasional materil (keputusan-keputusan para pembentuk undang-undang dan hakim menunjuk pada suatu kitab suci, kebijaksanaan-kebijaksanaan penguasa atau ideologi)

– Rasional formal (hukum dibentuk semata-mata atas dasar konsep-konsep abstrak dari ilmu hukum)

Sehubungan dengan penghentian sementara salah satu kegiatan usaha oleh karena ditemukan nya limbah, besar harapan kami implikasi dari Mazhab utility Jeremy Bentham dapat dijadikan sebagai referensi, yang mengatakan hukum itu harus bermanfaat bagi masyarakat guna mencapai hidup bahagia. Dimana manusia bertindak untuk memperbanyak kebahagiaan dan mengurangi penderitaan dan harus membentuk hukum yang adil bagi segenap warga masyarakat secara individual.

Menunggu hasil penyelidikan perkara Penyegelan dan penghentian kegiatan usaha atau korporasi badan usaha terkait temuan limbah di lingkungan perusahaan, saya berharap /perpat kota Tanjungpinang dengan ilmu yang berharap lebih mengedepankan azaz praduga tidak bersalah ketimbang harus memberikan sangksi kepada korporasi sebelum hasil lidik dan sidik selesai dilakukan.

Karena jika penghentian kegiatan usaha dilakukan sebelum hasil penyelidikan dan penyidikan selesai dilakukan diperkirakan akan menimbulkan berbagai gejala fenomena sosial yang berakibat kepada kegiatan produksi terhenti maka permintaan pasar tidak lagi dapat dipenuhi seperti biasanya.Tidak hanya sampai disitu, persoalan persoalan baru akan bermunculan seperti berkurang nya pendapatan dan nasib ratusan para pekerja yang menggantungkan nasib dan hidup keluarga nya ditempat dimana mereka bekerja.

kami tidak berniat mencampuri proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh aparat penegakan hukum, mengingat hal itu merupakan kewenangan penyidik. Kami berharap kepada aparat penegak hukum tidak terlalu dini mengambil langkah hukum dengan menghentikan seluruh kegiatan produksi sebelum segala sesuatu nya dapat disimpulkan berdasarkan aturan dan hukum yang berlaku.

Apabila satu badan usaha diberhentikan maka akan melahirkan berbagai fenomena baik dibidang usaha, ketenagakerjaan bahkan iklim usaha dan pasar dapat terganggu karenanya.***

Penulis : Rachmat Nasution S.sos

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.