Kampanye Stop Pernikahan Usia Anak dan Batasan Bermain Game Online

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Tanjungpinang bekerjasama dengan Forum Anak menggelar enam kegiatan melalui kampanye sehari dengan tema ‘stop pernikahan usia anak dan pembatasan bermain game online’.

Kepala DP3APM Kota Tanjungpinang, Raja khairani menerangkan, keenam rangkaian kegiatan kampanye dengan tema stop pernikahan usia anak dan batasan bermain game online.

“Penyelenggaraan webinar, dialog interaktiv, podcas, sosialisasi dengan mobil perlindungan perempuan dan anak, peresmian rumah siaga anak, lomba video pendek tingkat SLTP dan SLTA. Dilaksanakan secara serentak dalam waktu bersamaan,” jelas Khairani, Kamis (03/12/2020).

Meskipun kegiatannya sangat padat, Khairani memastikan, pelaksanaannya terbagi-bagi, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Meskipun masih suasana pandemi, namun kegiatan tetap dilaksanakan karena masalah anak akan terus ada dan kita perlu melakukan pencegahan dengan berbagai upaya dalam mewujudkan tanjungpinang sebagai kota layak anak,” tuturnya.

Agenda ini disejalankan dengan peresmian Rumah Siaga Anak di Tanjung Lanjut, Kelurahan Kampung Bugis, Kamis (03/12/2020). Rumah Siaga Anak ini diresmikan Walikota Tanjungpinang Hj Rahma melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra, Tamrin Dahlan.

Dalam sambutannya, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Tamrin Dahlan menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam penanganan perlindungan anak. Terkhusus Herman selaku pemilik rumah siaga anak sekaligus ketua RW yang telah bersedia rumahnya dijadikan rumah siaga anak di Kelurahan Kampung Bugis.

“Semoga rumah siaga anak ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan dapat dijadikan contoh pula oleh seluruh kelurahan lainnya di Kota Tanjungpinang,” imbau Tamrin membacakan sambutan walikota.

Tamrin mengingatkan, bahwa anak sebagai tunas muda harapan bangsa perlu dijaga dan dilindungi sebagaimana amanat Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak, Nomor 35 Tahun 2014.

“Berbagai upaya perlu terus kita lakukan, karena zaman semakin canggih. Terkadang teknologi bukan hanya membawa efek positif, tetapi juga efek negatif bagi anak, sehingga muncul berbagai macam persoalan anak,” ungkapnya

Untuk itu, sambung Tamrin, Pemko berharap pengawasan orang tua perlu ditingkatkan, peran serta masyarakat dan jejaringnya seperti Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) Forum Anak, Forum RT RW agar saling bersinergi, sehingga permasalahan anak diseputar lingkungan tempat tinggal masing-masing bisa segera teratasi.

“Tingginya angka pernikahan usia anak dimasa pandemi Covid19 ini, dan banyaknya waktu terbuang sia-sia yang dihabiskan anak untuk bermain game online menjadi tantangan bagi kita untuk meminimalisirnya,” pesannya.

Tamrin menambahkan, kampanye sehari stop pernikahan usia anak dan pembatasan bermain game online dengan berbagai kegiatan ini diharapkan mampu membuka wawasan dan cakrawala berfikir anak untuk tetap menjaga dirinya dari hal-hal negatif yang dapat merusak masa depan anak itu sendiri.

“Saya juga berharap kepada OPD-OPD agar dapat melibatkan forum anak dalam kegiatan, dapat pula mengembangkan pusat kreativitas anak seperti taman bermain, pusat olahraga, pusat seni dan budaya. Termasuk para camat dan lurah juga kiranya dapat menganggarkan sebagian kecil dana alokasi untuk pengembangan kegiatan forum anak maupun PATBM yang sudah terbentuk di kelurahan,” tutup Tamrin.

Ketua Forum Anak Kota Tanjungpinang, Marsantya Haleza Mawa dalam laporannya mengatakan, berdasarkan anjuran dari kementrian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, agar kabupaten/kota dapat menunjuk rumah aman bagi anak dalam upaya pencegahan permasalahan anak.

“Dalam hal ini DP3APM menunjuk rumah aman di wilayah Kampung Bugis dengan nama Rumah Siaga Anak yang berlokasi di RT 1 RW IV Tanjung Lanjut, Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota,” ungkap Haleza.

Kegiatan peresmian, sambungnya, merupakan rangkaian dari kegiatan pencegahan pernikahan usia anak DP3APM bekerjasama dengan Forum Anak Kota Tanjungpinang secara serentak pada hari yang sama dilaksanakan kampanye sehari.

“Adapun tujuannya untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan perlindungan anak, meningkatkan peran serta PATBM dan Forum anak sebagai fungsi-fungsi 2P (PELOPOR-PELAPOR) dan memfungsikan rumah siaga anak sebagai tempat tinggal sementara bagi anak yang sedang mengalami permasalahan ataupun tindak kekerasan,” tutup Haleza.***

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.