KAMPUS

Kampus Berdampak Hanya Bisa Terwujud Jika Melakukan Ini

Wamen Fauzan. Foto diktisaintek

PROKEPRI.COM, KALTARA – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan melakukan kunjungan kerja ke Universitas Borneo Tarakan (UBT) baru-baru ini.

Pada Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan perguruan tinggi se-Kalimantan Utara, dosen, mahasiswa, serta mitra industri dan lembaga perbankan.

Wamen Fauzan menegaskan pentingnya perubahan mindset di perguruan tinggi agar tidak tertinggal oleh dinamika global.

“Kampus berdampak hanya bisa terwujud jika kita mampu melakukan transformasi mindset, memperkuat riset, serta menjawab tiga tantangan utama: mutu, akses, dan relevansi. Tanpa itu, kampus akan ditinggalkan oleh ekosistemnya,” ujar Wamen Fauzan dikutip Sabtu (20/9/2025).

Senada dengan itu, Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Ditjen Saintek, Yudi Dharma menambahkan bahwa kepercayaan publik terhadap ilmuwan Indonesia cukup tinggi, tetapi belum diikuti partisipasi masyarakat.

“Momentum kepercayaan ini jangan disia-siakan. Perguruan tinggi harus lebih terbuka dan menghadirkan riset yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, agar sains benar-benar berdampak pada kesejahteraan,”ujar Yudi Dharma.

Sementara itu, Rektor UBT, Yahya Ahmad Zein menegaskan komitmen UBT untuk mengembangkan visi entrepreneurship university.

“Kami ingin lulusan UBT tidak hanya siap masuk pasar kerja, tetapi juga memiliki bekal kewirausahaan untuk menciptakan peluang baru bagi dirinya dan masyarakat,”jelas Rektor Yahya.

Wamen Fauzan mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kampus, industri, pemerintah daerah, hingga masyarakat untuk bersama-sama membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, relevan, dan berdampak.

Dengan kolaborasi dan riset berbasis potensi lokal, perguruan tinggi di Kalimantan Utara dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan dan daya saing bangsa.

“Mari kita jadikan kampus sebagai pusat inovasi yang berdampak nyata, tidak hanya bagi dosen dan mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat luas. Dengan kolaborasi, kita bisa menjadikan perguruan tinggi sebagai motor penggerak pembangunan nasional, dimulai dari daerah,” pungkas Fauzan.(wan)

Editor: yn

Back to top button