Kerjasama Pendidikan Tinggi antara Indonesia-Kenya

PROKEPRI.COM, JAKARTA – Mombasa County atau Kabupaten Mombasa merupakan pusat ekonomi termaju kedua setelah Nairobi. Kota pelabuhan utama di kawasan Afrika Timur ini dikenal sebagai simpul perdagangan dan peradab yang penting di wilayah tersebut.
Dan hari ini, delegasi Pemerintah Mombasa County tiba di gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Tekonologi (Kemdiktisaintek) di Jakarta. Anjangsana ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Kenya, khususnya dengan Mombasa County.
Keterbatasan akses pendidikan tinggi di Mombasa turut menjadi salah satu latar belakang utama pertemuan tersebut. Saat ini, di wilayah Mombasa hanya terdapat satu universitas negeri. Selain itu, tantangan ekonomi juga masih menjadi hambatan bagi sebagian masyarakat untuk melanjutkan studi.
“Akses masyarakat ke pendidikan tinggi masih sangat terbatas karena faktor ekonomi. Banyak yang tidak bisa melanjutkan studi akibat keterbatasan biaya. Kami berkunjung ke Jakarta untuk menyimak praktik baik yang selama ini sudah dilaksanakan. Kami sangat berharap bisa meningkatkan kerja sama dalam hal penguatan kolaborasi pendidikan tinggi dan pengembangan SDM,” kata Dr. Mbwarali Kame, Local Minister, Department of Education, Mombasa County, yang ikut dalam delegasi dalam keterangan dilansir kemendiktisaintek, Minggu (22/2/2026).
Tujuan utama pertemuan ini adalah memperkuat kerja sama pendidikan tinggi yang telah terjalin antara Indonesia dan Kenya, khususnya dengan Mombasa County. Termasuk menindaklanjuti rencana peningkatan jumlah mahasiswa Mombasa yang akan menempuh pendidikan di Indonesia.
Sebagai catatan, sejak tahun lalu sekitar 17 mahasiswa dari Mombasa telah dikirim untuk studi di Indonesia. Bahkan sebelum mereka tiba di Indonesia, para mahasiswa tersebut menjalani pelatihan persiapan kurang lebih 3 bulan untuk adaptasi budaya dan akademik.
Selain itu Indonesia juga memiliki skema beasiswa internasional yang terbuka bagi mahasiswa Kenya. Di antaranya adalah KNB Scholarship (Kemitraan Negara Berkembang), dimana beasiswa ini ditujukan bagi negara-negara berkembang, termasuk Kenya. Sebagai catatan, KNB Scholarship mencakup jenjang S1, S2, dan S3.
“Kita juga ada TIAS atau Indonesian AID Scholarship. Beasiswa ini dikelola melalui Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI). Fokusnya pada capacity building dan penguatan kerja sama pembangunan. Tentu saja Kenya termasuk negara yang berpotensi menjadi mitra dalam skema ini.” Kata Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Kemdiktisaintek, Mukhamad Najib, yang turut dalam pertemuan tersebut.
Kerja sama dalam bidang pendidikan antara Indonesia dengan Kenya memang sudah terjalin lama. Meski Kedutaan Besar Kenya di Indonesia baru resmi dibuka pada 2022, namun hubungan bilateral Indonesia – Kenya telah terjalin sejak 1979. Pendidikan menjadi salah satu sektor prioritas dalam penguatan hubungan bilateral tersebut.
Pada bagian lain Direktur Kelembagaan Mukhamad Najib menambahkan, perlu dilakukan pengembangan pada bidang studi yang ada selama ini. Bidang studi yang berpotensi untuk dikembangkan di antaranya bidang studi pertanian, ekonomi, energi dan green development, pendidikan vokasi, serta industri dan manufaktur.
“Kita welcome dengan bentuk kerja sama yang diinginkan delegasi Mombasa. Karena kolaborasi pendidikan tinggi dan pengembagan sumber daya manusia menjadi topik yang penting untuk terus kita dorong dan kita kolaborasikan,” tutup Direktur Kelembagaan Mukhamad Najib.(red)
