Ketua MPR RI Ahmad Muzani Kunjungi Natuna, Bahas Isu Strategis Wilayah Perbatasan

PROKEPRI.COM, NATUNA – Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani, memimpin rombongan melakukan kunjungan kerja ke wilayah perbatasan di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, pada Rabu (30/9/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk membahas sejumlah isu strategis serta meninjau langsung proyek pembangunan di kawasan beranda depan Indonesia tersebut.
Setibanya di Ranai, rombongan MPR RI langsung disambut oleh Bupati Natuna, Cen Sui Lan, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Natuna di Kantor Bupati Natuna, Jalan Batusisir, Bukit Arai.
Bupati Natuna Cen Sui Lan menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran pimpinan lembaga tinggi negara tersebut. Ia berharap kunjungan ini membawa dampak konkret bagi pembangunan daerah.
“Dengan kunjungan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya Kabupaten Natuna,” ujar Cen Sui Lan dalam pertemuan resmi tersebut.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna, Boy Wijanarko Varianto, menjelaskan bahwa agenda ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah.
Melalui kunjungan ini, Pemkab Natuna dapat menyampaikan langsung kondisi riil dan kebutuhan masyarakat perbatasan kepada pemerintah pusat.
Berdasarkan agenda kerja, setelah melakukan pertemuan di Kantor Bupati, Ahmad Muzani dan rombongan bertolak ke Desa Cemaga Utara untuk meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Di lokasi yang sempat ditinjau oleh Wakil Menteri Luar Negeri pada Agustus 2026 lalu ini, rombongan melihat perkembangan fasilitas nelayan seperti kantor pengelola, dermaga pendaratan ikan, docking kapal, kios perbekalan, hingga bengkel nelayan.
Selain kampung nelayan, agenda kunjungan dilanjutkan dengan meninjau Masjid Agung Natuna serta memantau proyek pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Natuna. Rangkaian peninjauan ini dijadwalkan selesai pada sore hari sebelum rombongan bertolak kembali ke Jakarta.
Kunjungan kerja MPR RI ini turut melibatkan berbagai unsur kementerian dan lembaga yang membidangi sektor perbatasan, kelautan, perikanan, kesehatan, perdagangan, serta pariwisata guna merespons karakteristik geografis unik dan kebutuhan pembangunan khusus di Kepulauan Natuna.(amin)
Editor: yn
