KEPRI

Kondisi Gedung Wakil Rakyat di Anambas Memprihatinkan

Sekretaris DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Jhon Aquarius Putra, saat ditemui diruang kerjanya Jum’at (21/11/2025). Foto prokepri/Agus Suradi

PROKEPRI.COM, ANAMBAS – Kondisi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas yang berada di Jalan Imam Bonjol, Tarempa, kecamatan Siantan, memprihatinkan.

Pantauan dilapangan, Jumat (21/11/2025), atap penutup plafon gedung wakil rakyat tersebut tampak rusak. Termasuk beberapa bagian sisi lain gedung itu juga mengalami kerusakan hingga terlihat tidak layak. Terlihat juga kondisi instalasi listrik yang musti dibenahi.

Sekretaris DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Jhon Aquarius Putra tak menampik kondisi tersebut. Menurut dia, minimnya anggaran pemeliharaan menjadi penyebab utama, sehingga belum dapat diperbaiki.

“Tidak ada anggaran pemeliharaan besar untuk gedung,”ujar Jhon saat ditemui di ruang kerjanya di Lantai III Gedung DPRD Anambas, Jumat (21/11/2025).

Ia menerangkan, pada tahun 2024, anggaran yang tersedia hanya digunakan untuk perbaikan kecil di bagian belakang Gedung Paripurna serta perbaikan makar mandi (WC) dan masalah genangan air dengan nilai sekitar Rp35 juta.

Jhon mengaku, banyak masyarakat mempertanyakan keberadaan anggaran pemeliharaan gedung itu. Namun faktanya, sambung dia, anggaran besar memang tidak tersedia, sehingga kerusakan gedung terus bertambah banyak.

“‎Untuk tahun anggaran 2026, kami telah mengusulkan rehabilitasi menyeluruh, mulai dari perbaikan plafon di semua lantai, perbaikan bagian luar bangunan, hingga pembenahan instalasi listrik yang kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan,”ungkapnya.

Jhon menyebutkan, seluruh dokumentasi kondisi kerusakan juga telah disampaikan kepada Bupati melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Gedung DPRD terakhir kali direhab besar pada masa kepemimpinan seketaris yang lama pak Taufik,”terang dia lagi.

Usai Taufik menjabat, masih Jhon, gedung belum pernah direhabilitasi besar sehingga kondisinya terus menurun. Bahkan pada tahun 2019, gedung sempat terendam banjir dari sisi belakang.

“Terimakasih kepada media yang terus memberikan kritik dan perhatian terhadap kondisi gedung DPRD. Sekarang semuanya sudah jelas,”tekan dia.

“‎Tidak ada yang ditutupi. Kita memang terbatas anggaran, dan sudah saya sampaikan kepada Sekda maupun anggota DPRD. Mudah-mudahan anggaran rehab dapat dimasukkan tahun depan,”sambung Jhon mengakhiri wawancara.(as)

Editor: yn

Back to top button