KEPRI

Kasus ISPA Melonjak Tajam di Kecamatan Siantan Anambas, Jumlahnya Capai 292 Kasus

Tampak petugas kesehatan tengah memeriksa warga yang mengeluhkan sakit di Puskesmas Tarempa, Kabupaten Anambas, Jumat (21/11/2025). Foto prokepru/Agus Suradi

PROKEPRI.COM, ANAMBAS – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) melonjak tajam di Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya sudah mencapai 292 kasus dalam dua bulan terakhir tahun ini.

‎Data Puskesmas Tarempa menunjukkan bahwa dari total 292 kasus itu, terdiri dari 49 balita, 71 anak-anak, 42 remaja, 119 dewasa, dan 11 lansia. Mereka datang berobat akibat gangguan pernapasan tersebut.

Pelaksana Tugas (‎Plt) Kepala Puskesmas Tarempa, Selasri Rabia Januarti, menjelaskan, peningkatan kasus ISPA dipicu oleh kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa pekan terakhir.

““Pasien rata-rata mengeluhkan tenggorokan sakit, disertai pilek dan rasa tidak nyaman di bagian dada,” ujar Selasri kepada media ini, Jumat (21/11/2025).

‎Meski terjadi peningkatan jumlah pasien, menurut Selasri, seluruh kasus yang ditangani masih tergolong ringan, sehingga, tidak ada pasien yang mengalami gejala berat atau harus dirujuk untuk mendapatkan perawatan lanjutan di Rumah Sakit (RS).

““Alhamdulillah, semua pasien hanya mengalami gejala ringan. Belum ada yang sampai sesak napas berat atau membutuhkan perawatan khusus,”ungkap dia.

‎Selasri merincikan, bahwa gejala umum yang dialami pasien antara lain batuk kering, sakit tenggorokan, bersin, pilek, dan demam rendah.

“‎Penanganan awal diberikan berupa obat pereda gejala, disertai edukasi untuk menjaga daya tahan tubuh, terutama pada kelompok rentan seperti balita dan lansia,”terangnya lagi.

‎Ia menegaskan bahwa kondisi ini masih terkendali dan pihak Puskesmas terus melakukan pemantauan mingguan terhadap perkembangan kasus.

“Kami mengimbau warga waspada dan perhatikan pola hidup sehat. Minumlah air putih secara rutin, jangan menunda makan, dan hindari terkena perubahan cuaca secara langsung,” pesan Selasri.

‎Selain itu, dia juga meminta warga mengenakan masker bila mengalami batuk atau pilek, serta menjaga kebersihan lingkungan agar penularan tidak semakin meluas.

““Jangan tunggu sampai parah. Kalau mulai sakit tenggorokan atau demam ringan, segera periksa ke Puskesmas,”pungka Selasri.‎(as)

Editor: yn

Back to top button