NASIONAL

Kritik Jokowi Soal Hutan, Greenpeace Dilaporkan Polisi

Deforestasi Papua.(Doc. Nasa Earth Observatory)

PROKEPRI.COM,JAKARTA – Kritik Greenpeace Indonesia terkait pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal deforestasi di KTTĀ Perubahan Iklim atau COP26, Glasgow, Skotlandia berujung perkara di kepolisian.

Dua aktivis lingkungan dari Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak dan Kiki Taufik dilaporkan ke polisi karena dianggap menyebarkan berita bohong dan menimbulkan keonaran.

Laporan itu dilayangkan oleh Sekjen Komite Pemberantasan Mafia Hukum Husin Shahab dengan pasal 14 dan 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Selain itu, dia yang juga diketahui pernah menjadi calon legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu juga menggunakan pasal 28 ayat (2) juncto pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Kritik kalau benar, akurat, baru kritik. Kalau enggak benar, kan bisa berita bohong. Iya, (dilaporkan pakai undang-undang) ITE karena ada beberapa kelompok yang juga merasa dirugikan,” kata Husin saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (14/11).

Diketahui, Greenpeace awalnya mengkritik pidato Jokowi soal deforestasi di Cop 26. Greenpeace menilai klaim Jokowi yang menyebut deforestasi di Indonesia yang mengalami penurunan tidaklah benar.

Greenpeace menyebut, deforestasi di Indonesia justru meningkat dari yang sebelumnya 2,45 juta ha (2003-2011) menjadi 4,8 juta ha (2011-2019).

“Padahal Indonesia sudah berkomitmen untuk menekan laju deforestasi,” kata Leonard Simanjuntak, Kepala Greenpeace Indonesia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/11).

Adapun tren penurunan deforestasi dalam rentang 2019-2021, Leo menyebut, hal itu tidak lepas dari situasi sosial politik dan pandemi yang terjadi di Indonesia sehingga aktivitas pembukaan lahan terhambat. Namun, kata dia, tetap saja angka deforestasi pada 2002-2019 tetap tinggi. Pada rentang waktu itu, terdapat deforestasi hampir 1,69 juta hektar dari konsesi HTI dan 2,77 juta hektare kebun sawit.

“Selama hutan alam tersisa masih dibiarkan di dalam konsesi, deforestasi di masa depan akan tetap tinggi,” kata dia.(Cnn)

Editor: Muhammad Faiz

Back to top button