KAMPUS

Kultum Ramadhan di Kampus STAIN SAR Kepri Soroti Ini

Kepala Laboratorium Kompetensi Keagamaan Terpadu STAIN SAR Kepri, Saepuddin, M.Ag. menyampaikan tausiah Kultum Ramadhan 1447 Hijriah pada Rabu (25/2/2026). Foto SSK

PROKEPRI.COM, BINTAN – Kuliah tujuh menit (Kultum) Ramadhan 1447 Hijriah di kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (STAIN SAR Kepri) pada Rabu (25/2/2026), menyoroti empat golongan penerima rukhshah puasa dalam perspektif Islam.

Tausiyah disampaikan oleh Kepala Laboratorium Kompetensi Keagamaan Terpadu STAIN SAR Kepri, Saepuddin, M.Ag.

Dalam ceramahnya, Saepuddin mengangkat tema fikih puasa dengan menekankan pentingnya pemahaman yang komprehensif terhadap ketentuan syariat, khususnya terkait golongan yang mendapatkan keringanan untuk tidak menjalankan puasa Ramadan.

Ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam terdapat empat golongan yang diperbolehkan meninggalkan puasa dengan ketentuan tertentu.

“Islam adalah agama yang memberikan kemudahan. Ada empat golongan yang diperbolehkan tidak berpuasa, yaitu perempuan yang sedang haid atau nifas, musafir yang melakukan perjalanan jauh, orang sakit yang kecil kemungkinan sembuh atau orang tua renta, serta orang yang mengalami gangguan akal,” jelasnya dilansir SSK.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keringanan tersebut bukan bentuk pengabaian kewajiban, melainkan manifestasi kasih sayang Allah SWT terhadap hamba-Nya sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing.

Menurutnya, perempuan yang sedang haid dan nifas diwajibkan mengganti puasa di hari lain, sementara musafir diberikan pilihan untuk tetap berpuasa atau menggantinya di kemudian hari. Adapun bagi orang tua renta atau penderita sakit kronis yang tidak memungkinkan untuk berpuasa, terdapat ketentuan fidyah sebagai bentuk pengganti kewajiban.

Ia juga menambahkan bahwa orang yang tidak berakal atau mengalami gangguan jiwa tidak dibebani kewajiban puasa karena tidak memenuhi syarat taklif dalam hukum Islam.(jp)

Editor: yn

Back to top button