Mahasiswa Dukung Kasat Reskrim Tanjungpinang dan Kawal Kasus Ijazah Palsu

Pendiri Garuda Melaka Tanjungpinang, Erik Kantona. Foto prokepri

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Mahasiswa menyatakan dukungan terhadap Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra dan siap mengawal proses kasus dugaan penggunaan ijazah palsu Direktur Utama (Dirut) PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB) BUMD Kota Tanjungpinang, Fahmi dan oknum anggota DPRD Kota Tanjungpinang, inisial RP yang saat ini sudah dinaikkan statusnya menjadi Penyidikan.

“Kita dukung Kasat Reskrim terkait kasus yang sedang di tangani Polres Tanjungpinang yang sudah naik ketahapan penyidikan (Ijazah palsu Dirut BUMD dan oknum Anggota DPRD,red) dan mari kita sama-sama kawal proses penyidikan tersebut sampai selesai serta segera menemukan titik terang,” kata Erik Kantona, mahasiswa di Tanjungpinang yang juga sebagai salah satu Pendiri Garuda Melaka.

Erik yang juga pernah berorganisasi di PMII Tanjungpinang-Bintan ini berharap penegakan hukum harus dilaksanakan seadil-adil nya serta jangan sampai ada tebang pilih.

“Kami tentunya mensupport rekan kami sesama mahasiswa dengan ikut mengawal proses hukum yang sedang ditangani polres Kota TanjungPinang dan kami juga mendukung penuh proses penyidikan tersebut untuk mengungkap kebenaran dari kasus dugaan penggunaan ijazah tersebut. Tutup erik.

Sebelumnya, Kepolisian Resort (Polres) Tanjungpinang melalui Satuan Reskrim (Satreskrim) resmi menaikkan status dua kasus dugaan penggunaan ijazah palsu Dirut PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB) BUMD Kota Tanjungpinang, Fahmi dan oknum anggota DPRD Kota Tanjungpinang menjadi Penyidikan.

“Iya kasus sudah kita naikkan ke penyidikan,” kata Kapolres Tanjungpinang AKBP Muhammad Iqbal melalui Kasat Reskrim, AKP Rio Reza Parindra kepada prokepri, Senin (6/7/2020) malam.

Kendati demikian, Reza memastikan, pihaknya belum menetapkan status tersangka terhadap Fahmi selaku Dirut BUMD Kota Tanjungpinang.

“Belum kita tetapkan tersangka. Kita lengkapi administrasinya,” ungkapnya.

Reza menambahkan, sebelum kasus tersebut dinaikkan menjadi penyidikan, Satreskrim sudah memeriksa 11 orang saksi.

“Pasal yang kita kenakan yakni pasal 68 ayat 3 nomor 20 tahun 2003 tentang pendidikan nasional, ancaman hukuman 2 tahun penjara dan denda 500 juta,” tutupnya.

Seperti diketahui, Dirut PT TMB BUMD Kota Tanjungpinang, Fahmi dilaporkan ke Polres Tanjungpinang atas dugaan penggunaan ijazah palsu. Laporan dilayangkan Haryun Sagita pada Selasa (7/4/2020) lalu.

Pelapor (Haryun Sagita) menduga terlapor (Fahmi) diduga telah menggunakan ijazah dan gelar akademik palsu saat mengikuti seleksi jabatan Dirut BUMD Tanjungpinang.

Haryun juga telah menyerahkan bukti awal berupa fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Keputusan (SK) Dirut BUMD dan nota dinas terlapor.

Sedangkan kasus dugaan ijazah palsu oknum anggota DPRD Kota Tanjungpinang inisial RP dilayangkan PMII Tanjungpinang-Bintan belum lama ini.(yan)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.