Menjaga Masa Depan Tanjungpinang Lewat Satu Klik di Dashboard Kawal Ruang

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Sebuah kota yang tumbuh tanpa arah ibarat kapal yang berlayar tanpa kompas. Ia bisa bergerak maju, namun berisiko menabrak karang di kemudian hari. Sadar akan tantangan nyata tersebut, Pemerintah Kota Tanjungpinang kini memilih jalan digital untuk mengawal setiap jengkal tanahnya agar tetap tumbuh tertib, terarah, dan berkelanjutan.
Langkah segar ini ditandai dengan peluncuran Dashboard Kawal Ruang Kota Tanjungpinang oleh Wakil Walikota Tanjungpinang, Raja Ariza, di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Senin (5/10/2026). Momentum ini bukan sekadar seremonial ketukan palu atau pemotongan pita. Di balik layar monitor yang menyala hari itu, ada komitmen besar untuk menghadirkan pengawasan ruang yang lebih transparan dan real time.
Bagi Ariza, ruang kota bukanlah benda mati. Ia adalah ruang hidup yang bernapas. Tempat di mana ribuan warga Tanjungpinang bangun setiap pagi untuk bekerja, membuka usaha, membangun rumah, dan membesarkan anak-cucu mereka.
“Ruang adalah tempat kita hidup, membangun, bekerja dan berusaha, sekaligus menyiapkan masa depan bagi generasi yang akan datang,” urai Ariza dengan nada penuh penekanan. “Karena itu, tata ruang bukan hanya urusan pemerintah dan perangkat daerah, tetapi menjadi bagian penting dalam pembangunan kota secara keseluruhan.”sambungnya.
Pandangan Ariza menembus jauh ke masa depan. Ia mengingatkan bahwa syahwat pembangunan yang tidak terkontrol hari ini bisa menjadi bom waktu yang merugikan masyarakat di masa depan. Di sinilah Dashboard Kawal Ruang mengambil peran sebagai “benteng pertahanan”.
Melalui sistem digital ini, koordinasi lintas sektor akan menjadi lebih cepat dan pengambilan kebijakan berbasis data yang akurat bisa dilakukan dalam hitungan menit.
Aroma kolaborasi sangat terasa di dalam ruangan aula hari itu. Peluncuran ini sengaja dikemas bersamaan dengan agenda Sosialisasi dan Pelatihan Pengawasan. Kursi-kursi aula dipenuhi oleh wajah-wajah yang memegang kunci perkembangan kota: mulai dari camat, lurah, hingga para pengembang properti yang tergabung dalam REI dan HIMPERA. Kehadiran para pelaku usaha dan birokrat teknis ini menjadi sinyal kuat bahwa menjaga wajah Tanjungpinang adalah kerja makro yang butuh sinergi menyeluruh.
Turut menyaksikan langkah awal digitalisasi ini, jajaran penting daerah seperti Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako, Kepala Dinas PUPR, Kepala Kantor Pertanahan, hingga Kepala BP Kawasan Kota Tanjungpinang.
Dengan hadirnya Dashboard Kawal Ruang, Tanjungpinang sedang mengirim pesan jelas., kota ini boleh terus tumbuh dan bersolek menjadi pusat ekonomi, namun semua harus tunduk pada aturan main tata ruang demi kenyamanan generasi yang akan datang.(yan)
