KEPRI

Mesin Pembangkit Listrik 800 kW Tiba di Tarempa, Solusi Krisis Listrik Pulau Siantan

Tampak proses pengangkutan mesin Caterpillar berkapasitas 800 kilowatt (kW) saat tiba di Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, pada Rabu (21/10/2026), Foto prokepri/Agus Suradi

PROKEPRI.COM, ANAMBAS – Bantuan mesin pembangkit listrik bermerek Caterpillar berkapasitas 800 kilowatt (kW) dari Jakarta akhirnya tiba di Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, pada Rabu (21/10/2026).

Kedatangan mesin ini diproyeksikan untuk mengatasi krisis pasokan listrik dan menyudahi pemadaman bergilir yang melanda wilayah Pulau Siantan.

Mesin berwarna kuning tersebut diangkut menggunakan kapal KM Putra Bintang 5 dan langsung menjalani proses bongkar muat di Jetty Tanjung Momong, Tarempa. Berdasarkan pantauan di lokasi, mesin berukuran besar tersebut diangkat menggunakan crane dari atas kapal menuju darat secara hati-hati karena bobotnya yang berat.

Sebuah truk berwarna oranye telah disiagakan di area pelabuhan untuk mengangkut mesin tersebut menuju Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Tanjung Momong. Setibanya di PLTD, mesin akan langsung menjalani serangkaian tahapan persiapan teknis sebelum resmi dioperasikan.

Sebelumnya, keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir berulang kali terjadi di Pulau Siantan. Gangguan ini berdampak signifikan pada aktivitas rumah tangga, pelayanan publik, hingga kegiatan usaha ekonomi warga.

Meski kehadiran mesin berkapasitas 800 kW ini diharapkan mampu menambah daya dan mengurangi beban sistem kelistrikan, masyarakat masih harus menunggu selesainya proses pemeriksaan, pemasangan, serta pengujian (testing) sebelum mesin benar-benar siap menyuplai listrik ke rumah warga.

Mesin Belum Bisa Langsung Dioperasikan
‎
Terpisah, ‎Manager PLN Anambas, Fachri Refi, mengatakan mesin Caterpillar berkapasitas 800 kW tersebut telah tiba di Tarempa. Saat ini, tim masih melakukan proses pemindahan mesin dari pelabuhan menuju PLTD Tanjung Momong.

‎“Mesin sudah tiba di Tarempa. Saat ini tim sedang melakukan proses pemindahan mesin menuju PLTD Tanjung Momong,” kata Fachri.

‎Ia menjelaskan, tibanya mesin di Anambas belum berarti pembangkit tersebut dapat langsung dioperasikan. Masih terdapat sejumlah tahapan teknis yang harus diselesaikan untuk memastikan mesin berada dalam kondisi siap digunakan.

‎Setibanya di lokasi pembangkit, tim teknis akan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi mesin serta mempersiapkan kebutuhan pemasangan dan pengoperasian.

‎Tahapan tersebut penting untuk memastikan mesin dapat bekerja sesuai dengan kebutuhan sistem pembangkit dan mendukung penyaluran listrik secara optimal.

‎Pemeriksaan juga diperlukan untuk mengetahui kondisi teknis mesin sebelum dijalankan. Dengan demikian, pengoperasian tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga harus memperhatikan kesiapan peralatan dan keselamatan kerja.

‎PLN belum dapat memastikan secara pasti kapan mesin Caterpillar tersebut mulai beroperasi. Kepastian itu masih menunggu hasil pemeriksaan dan pengujian yang dilakukan oleh tim teknis.

‎Artinya, meskipun mesin bantuan telah tiba, masyarakat belum dapat memastikan bahwa pemadaman listrik bergilir akan langsung berakhir pada hari yang sama.

Tim Investigasi Pembangkit Dijadwalkan Tiba

‎Selain kedatangan mesin bantuan, tim teknis investigasi pembangkit juga dijadwalkan tiba di Tarempa pada Rabu sore.

‎Kehadiran tim tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan gangguan kelistrikan yang terjadi di Anambas, terutama melalui pemeriksaan terhadap kondisi mesin dan peralatan pembangkit yang mengalami kendala.

‎Tim investigasi akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi peralatan serta mengidentifikasi langkah penanganan yang diperlukan.(agussuradi)

Back to top button