KAMPUS

Meski Berkembang Pesat, Terdapat 3 Hal Yang Belum Dimiliki AI

Karlisa Priandana memberikan materi sebagai panelis pada seminar AI di Universitas Bunda Mulia Serpong, pada Selasa (20/5/2025). Foto kemdikti

PROKEPRI.COM, JAKARTA – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Karlisa Priandana tak menampik bahwa Artificial Intelligence (AI) berkembang dengan pesat, namun terdapat 3 hal yang belum dimiliki oleh AI, yaitu kreativitas, optimisme, dan hati nurani. Sehingga, AI hanyalah alat untuk membantu manusia dalam melaksanakan tugasnya, dan perlu terus didampingi oleh manusia.

“AI tidak akan pernah bisa membuat sesuatu dari nol. AI bisa membuat sesuatu karena mengambil dari data-data yang sudah ada, berbeda dengan manusia yang memiliki pengetahuan dan pengalaman. Jadi, AI perlu selalu dituntun oleh manusia agar menjadi ‘good AI’, dari segi teknologi maupun dari segi kemanusiaan atau etika,” kata Karlisa saat menjadi panelis di panel seminar AI di Universitas Bunda Mulia, Serpong, pada Selasa (20/5/2025) dikutip Kemdikdisaintek.

Dia menegaskan, AI juga tidak bisa membuat sesuatu dari nol. AI bisa membuat sesuatu karena mengambil dari data-data yang sudah ada. Berbeda dengan manusia yang memiliki pengetahuan dan pengalaman.

“Untuk memastikan AI yang berfokus pada kebaikan sosial dan etika, perlu untuk memperhatikan tujuh hal berikut, yaitu prioritaskan nilai kemanusiaan, human-in-the-loop, penyertaan etika AI dalam kurikulum pendidikan, transparansi dan akuntabilitas, regulasi terkait AI yang adaptif dan inklusif, keadilan dan fokus pada manfaat sosial, serta kolaborasi multidisiplin,”pungkas Karlisa.

Sementara itu, Direktur OIKN Adhiguna Mahendra dalam kesempatan ini juga menyampaikan bahwa penggunaan AI itu sebenarnya sangat luas, tidak terbatas pada membuat foto atau video. Seharusnya, hal ini dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk menghasilkan teknologi yang memudahkan manusia.

“AI ini sekarang masih underrated. Kami berharap bisa mengembangkan AI untuk membantu manusia. Di IKN, kami mengembangkan beberapa sistem pintar seperti gedung pintar, prediksi bencana, transportasi pintar, rumah pintar, sistem kesehatan, keamanan siber, pusat operasi jaringan dan keamanan, manajemen kehutanan, energi baru dan terbarukan, pengawasan, monitoring lingkungan, serta sistem geospasial dan drone,”ujar Adhiguna.

Diskusi bertema “Al, Ethics, and Society: Balancing Research and Innovation with Human Values” bersama Direktur Data dan Artificial Intelligence Otorita Ibu Kota Negara (OIKN), Adhiguna Mahendra. (wan)

Editor: yn

Back to top button