KEPRI

Munculnya Perpat Tanjungpinang Versi Saparuddin Muda, Sudomo Ultimatum Oknum Yang Punya Agenda Politik Kotor

 

Walikota Tanjungpinang H Lis Darmansyah SH memberikan pataka Perpat Tanjungpinang kepada Ketua Umum Perpat Tanjungpinang Bambang Sudomo beberapa tahun yang lalu.

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Ketua Umum Perpat Tanjungpinang, Bambang Sudomo mengultimatum oknum yang diduga mempunyai agenda politik kotor terkait munculnya Perpat Tanjungpinang versi Saparuddin Muda.

“Siapapun dibelakangnya saya ingatkan jangan mengintervensi dan menyelipkan agenda politik kotor di Tanjungpinang. Biarkan Tanjungpinang berjalan kondusif aman dan tentram seperti biasanya.”kata Sudomo kepada prokepri, Jumat (13/3/2020).

Dia menegaskan, bahwa Perpat Tanjungpinang hari ini persuasif. Namun, jika sudah tidak bisa diingatkan, akan ditempuh melalui jalur hukum dan lainnya.

“Pihak pihak yang mengatas namakan Perpat Tanjungpinang, hari ini kita ingatkan untuk jangan membuat suasana rancu dan menjadi gaduh,” tekan Sudomo.

Sudomo mengungkapkan, munculnya organisasi mengatasnamakan Perpat Tanjungpinang Ini bukan untuk pertama kalinya, ditengah-tengah momen tahun tahun politik.

“Sekarang muncul lagi. Ini maksudnya apa? Maunya apa?. Dari sini sudah muncul stigma bahwa anak tempatan terpecah belah. Padahal kita semua komitmen sejak lama untuk jangan ada politik praktis, politik pecah belah sampai ke politik adu domba yang berujung perpecahan dan merugikan semua pihak,” ingatnya.

Sudomo mengapresiasi semua pihak yang ingin memberikan kontribusi positif bagi Tanjungpinang. Karena selama ini, kata dia, itu juga yang selalu keluarga besar PERPAT lakukan bagi Tanjungpinang.

“PERPAT didirikan bukan sebagai organisasi baris berbaris atau organisasi yang mengejar eksistensi dan sekedar ego simbolik. PERPAT ini adalah tali silaturahim kekeluargaan yang sudah dibangun untuk menyatukan persepsi bersama selaku anak tempatan yang tua memberi contoh yang muda mau belajar, sesama saling menjaga dan tak henti memberi kontribusi positif bagi kampungnya,”tutupnya.(yandri)

Back to top button