KEPRI

Pelayanan Agen Tiket Ferry di Jemaja Anambas Dikeluhkan, Penumpang Dirugikan

Tampak Kapal Ferry MV Seven Star Island bersandar di Pelabuhan Jemaja, Anambas. Foto prokepri/Agus Suradi

PROKEPRI.COM, ANAMBAS – Pelayanan agen tiket kapal ferry di wilayah Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, menuai keluhan dari penumpang.

Dua calon penumpang tujuan Letung–Batam, berinisial R dan S, mengaku dirugikan setelah tiket yang telah mereka pesan dan bayar justru dibatalkan sepihak oleh pihak agen.

R menjelaskan, dirinya bersama rekannya telah melakukan pemesanan tiket sejak 26 Maret 2026. Pemesanan dilakukan jauh hari sebelumnya dan pembayaran telah dilunasi melalui transfer ke kantor agen yang berada di Letung.

‎“Kami sudah booking dari tanggal 26 Maret, dan pembayaran juga sudah kami lakukan. Tapi tiba-tiba dibatalkan sepihak,” ujar Rizky, Jumat (3/4/2026).

‎Ia menambahkan, pada Rabu sebelumnya dirinya sempat mengonfirmasi kepada pihak agen terkait pengambilan tiket. Saat itu, agen menyarankan agar tiket diambil pada Jumat pagi di Letung.

‎Namun, karena masih memiliki pekerjaan, Rizky baru dapat mengambil tiket pada Jumat siang sekitar pukul 12.49 WIB. Setibanya di loket, ia justru mendapat kabar mengejutkan.

‎“Saat saya sebutkan nama, pihak agen bilang kursi sudah tidak ada. Katanya nama saya sudah dicoret karena dikira bukan saya, padahal saya sudah booking dan bayar,” jelasnya.

‎Ia juga mempertanyakan keputusan agen yang dinilai tidak masuk akal. Pasalnya, menurut pihak agen, ada penumpang lain dengan nama serupa yang baru melakukan pemesanan sehari sebelumnya.

‎“Saya tanya, yang pakai nama sama itu pesan kapan, katanya baru semalam. Kok bisa yang sudah booking lama malah dicoret,” ungkapnya kecewa.

‎Dalam situasi tersebut, pihak agen sempat menawarkan solusi berupa pengembalian uang. Namun, tawaran itu ditolak oleh R dan S karena mereka memiliki keperluan mendesak dan harus berangkat ke Batam keesokan harinya.

‎“Kami tidak butuh uang kembali, kami butuh kursi karena harus berangkat ke Batam,” tegasnya.

‎Ia juga menyebutkan bahwa rekannya yang melakukan pemesanan bersamaan juga mengalami hal serupa, yakni tidak mendapatkan kursi.

‎Sementara itu, saat dikonfirmasi, pihak agen mengakui adanya dua nama dengan inisial yang sama dalam daftar pemesanan. Namun, keduanya dibatalkan dengan alasan dianggap tidak jadi melakukan booking.

‎“Ada dua nama R, dan keduanya kami cancel karena salah satu dianggap tidak jadi booking,” ujar pihak agen.

‎Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan, mengingat kedua penumpang telah melakukan pembayaran. Seharusnya, menurut R, hanya satu data yang dikoreksi, bukan keduanya dihapus dari daftar.

‎Ketika kembali dimintai penjelasan lebih lanjut, pihak agen justru mengakhiri percakapan secara sepihak dengan media ini.

‎Kasus ini menambah daftar keluhan masyarakat terhadap pelayanan transportasi laut di wilayah Kepulauan Anambas, khususnya terkait sistem pemesanan tiket yang dinilai belum profesional dan berpotensi merugikan penumpang.(as)

Editor: yn

Back to top button