Pemilik Rimba Jaya Tunggak Pajak Dari Tahun 2012

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Pemilik Rimba Jaya Tanjungpinang dipastikan telah menunggak pajak ke pemerintah daerah dari tahun 2012 hingga sekarang. Total tunggakan mereka diprediksi mencapai ratusan juta.
“Tentu ini akan kita cari solusi, bilamana dia (pemilik Rimba Jaya,red) melihat angka itu besar. Pajak ini kita hitung dari tahun 2012. Inti dari persoalan ini, kami bertanya dimana letak kelalaian kita, kok bisa menunggak sebesar itu pajaknya. Ada PBB, Gajebo, parkir. Artinya dihitung dari 2012 sampai hari ini, lebih kurang mau enam tahun,” kata Wakil walikota Tanjungpinang Hj Rahma kepada prokepri, Jumat (7/12/2018) malam.
Pemerintah, sambung Rahma, siap membantu serta memfasilitasi pemilik Rimba Jaya guna menuntaskan pembayaran pajak mereka termasuk memberikan kemudahan pengurusan izin yang mereka perlukan.
“Saya sendiri dalam hal ini sangat mendukung apapun namanya usaha yang ada di Tanjungpnang. Kita sangat mendukung dan kami juga siap memfasilitasi menyangkut perizinan, baik dari hal-hal yang perlu diseleseikan. Kami buktikan niat kami membeckup pengusaha,” tegas Rahma.
Rahma mengatakan, secara teknis (jumlah tunggakan real Rimba Jaya,red) bisa langsung ditanyakan ke Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD).
“Saya sebagai wakil bekerja sesuai perintah walikota. Terkait Rimba Jaya kalau mau tau persis berapa nanti bisa hubungi langsung ke kantor pajaknya. Tapi ada hal hal yang menjadi perhatian kita bersama, terutama menyangkut izin-izin yang harus juga diseleseikan oleh pengusaha. salah satunya hari ini yang kita lihat di Rimba Jaya, kita minta mereka pengusaha seleseikan,” imbaunya kembali.
Rahma yakin pemilik Rimba Jaya akan menuntaskan kewajiban melunasi pajak tersebut.
“Harus arif dan bijaksana dalam melihat masalah ini. Kita lihat bersama Rimba Jaya itu perkembangannya luar biasa. saya percaya masyarakat Tanjungpinang tau keberadaannya itu, termasuk usaha bisnisnya maju dan pesat,” ungkapnya.
Rahma menekankan bahwa sebagai wakil walikota dia siap pasang badan bantu pengusaha terutama Rimba Jaya.
“Saya support pengusaha yang ada di kota ini, terutama Rimba Jaya. Kami ikut membantu kalau ada kendala,” kata dia.
Menyangkut kabar pemilik akan menutup Rimba Jaya, Rahma tidak ingin hal itu terjadi dan percaya semua masyarakat tau bisnis disana bekembang dengan pesat.
“Boleh tanya masyarakat dan pedagang yang sewa kios disana. selama ini mereka sampaikan dari setiap pembayaran mereka sudah bayar dengn pajak. Kami pemerintah sangat mendukung dan akan membantu. Saya sendiri tidak bisa mengatakan apa yang terjadi hari ini. insha allah Senin sesuai perintah walikota kita undang pengusaha untuk duduk bersama. Kita akan tanyakan ke pngusaha untuk mencari salusi,” jelasnya kembali.
“Ada aturan boleh kita kasih keringanan untuk dicicil pembayarannya. Sebaga wakil waikota saya berdiri terdepan membantu pengusaha agar dipermudah membuat izin. 70 kios disana, kalau merasa tak mampu bayar, saya rasa terlalu dini kalau kita mengiyakan itu. Lagipula ada kemudahan bagi pelaku pajak dengan membuat kesepakatan bersama. Kita tolerir tetap kita akomodir. Karena ini juga menyangkut bapak ibu yang berjualan disana,” sambung Rahma menutup wawancara.
Penulis/Editor : YAN
