Pemprov Kepri Akan Perbaiki Jalan Rusak dan Berlubang di Jalan RE Martadinata Kilometer 6

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri akan memperbaiki jalan rusak dan berlubang di Jalan RE Martadinata, Kilometer 6 menuju Pelabuhan Sri Payung, Tanjungpinang.
“Kita akan usulkan nanti (perbaikan jalannya,red),” kata Gubernur Kepri H Ansar Ahmad melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo), Hasan merespon pemberitaan berjudul warga tagih janji Ansar perbaiki jalan rusak dan berlubang, Kamis (24/4/2025).
Hasan juga memberikan klarifikasi bahwasanya Ansar Ahmad tidak pernah melakukan kampanye atau menjanjikan sesuatu dilokasi ini. Kendati demikian, ia tidak menyalahkan warga yang meminta perbaikan jalan tersebut.
“Kita tidak menyalahkan, artinya pemerintah harus tetap menjadi atensi, cuma kondisi keuangan pemerintah hari ini, dengan keterbatasan anggaran kita. Tapi, kita usulkan dulu nanti,”tegasnya.
Hasan membenarkan Jalan RE Martadinata merupakan Jalan Provinsi Kepri. Namun, ia memastikan bahwa disana ada Pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo.
“Disitu, pengelolaan pelabuhan oleh Pelindo dan ada semacam MoU dengan Pemko Tanjungpinang juga, memang terdampak (jalannya cepat rusak,red), karena pasti alat alat berat, seperti kontainer yang bawa barang berat lalu lalang. Kita harus duduk bersama nanti, (Pemko dan Pelindo),”ungkapnya.
“Saya rasa juga bukan hanya Jalan RE Martadinata saja, di Kilometer 12, diperbatasan Sungai Pulai, disana juga mengalami kerusakan, kita usulkan juga, kita akan mencari juga anggaran hingga ke kementerian-kementrian,”sambung Hasan.
Sebelumnya diberitakan, Warga Tanjungpinang menagih janji Gubernur Kepri H Ansar Ahmad untuk memperbaiki jalan rusak dan berlubang di Jalan RE Martadinata menuju ke Pelabuhan Sri Payung, Kilometer 6.
“Pak Ansar waktu kampanye di Kilometer 6 pernah berjanji akan diperbaiki. Mana?. Jalan RE Martadinata arah Pelabuhan Sri Payung itu juga merupakan jalan Provinsi Kepri, rusak dan berlubang,”kata Jepri, warga Batu 6, Kamis (24/4/2025).
Menurut dia, lubang besar dan aspal yang mengelupas tak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga meningkatkan resiko kecelakaan dan membuat pengendara harus berhati-hati saat melintas dilokasi itu.
“Jalan itu juga menjadi akses perekonomian warga. Hal ini tentunya harus mendapatkan atensi pemerintah daerah,”tegas Jepri.
Senada dengan itu, Ladi, salah satu pemotor mengatakan, kondisi jalan rusak itu sudah berlangsung lama. Jika hujan deras, jalan tersebut membahayakan pengendara.
“Kalau hujan harus hati-hati, banyak lubang dan licin. Moga pemerintah perhatikanlah,”ujarnya saat melintas.(odi)
