KAMPUS

Peneliti IPB Berbagi Wawasan Pemanfaatan Teknologi Akustik dan Instrumentasi Kelautan

Tampak mahasiswa dan dosen dari AKKP Wakatobi dan Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Wakatobi bersama dua peneliti IPB. Foto ipb

PROKEPRI.COM, BOGOR – Prof Sri Pujiyati dan Dr Steven Solikin, peneliti IPB University dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) berbagi wawasan terkait pemanfaatan teknologi akustik dan instrumentasi kelautan dalam pengamatan ekosistem perairan Wakatobi.

Hal itu disampaikan Prof Sri Pujiyati dan Dr Steven Solikin dalam kuliah umum yang diselenggarakan Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan (AKKP) Wakatobi, beberapa waktu lalu.

“Teknologi akustik saat ini tidak hanya digunakan untuk mengetahui kedalaman laut, tapi juga mampu mengidentifikasi densitas ikan, substrat dasar, bahkan mendeteksi kondisi terumbu karang dan padang lamun,” ujar Dr Steven dalam paparannya dalam kegiatan yang diikuti puluhan mahasiswa dan dosen dari AKKP Wakatobi dan Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Wakatobi.

Dr Steven dan Prof Sri Pujiyati pada kesempatan itu memaparkan prinsip dasar akustik bawah laut, jenis-jenis instrumentasi kelautan, dan aplikasinya dalam pengamatan ekosistem dan deteksi sumber daya ikan.

Mahasiswa Pascasarjana IPB University dari Program Studi S3 Teknologi Kelautan, Baigo Hamuna, SIK, MSi juga turut memberikan pandangan kepada para mahasiswa agar dapat melanjutkan pendidikan setinggi mungkin agar dapat berkontribusi lebih banyak untuk membangun wilayah Wakatobi.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur AKKP Wakatobi, Alfi Kusuma Admaja, SPi, MSi, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya penguasaan teknologi kelautan sebagai alat bantu dalam eksplorasi, penelitian, serta pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan.

“Wilayah Wakatobi memiliki keunggulan ekologi dan posisi strategis dalam peta biodiversitas laut Indonesia. Karena itu, penguasaan teknologi kelautan menjadi penting bagi mahasiswa sebagai calon pelaku pembangunan sektor kelautan di masa depan,”ujarnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis.

Mahasiswa tampak antusias menggali lebih dalam terkait praktik penggunaan echosounder, pemetaan batimetri, dan peluang riset akustik di wilayah perairan Wakatobi yang kaya akan keanekaragaman hayati laut.(wan)

Editor: yn

Back to top button