Plh Bupati Karimun Hadiri Kegiatan Penilaian Pasar Sehat
PROKEPRI.COM, KARIMUN – Pelaksana Harian (Plh) Bupati Karimun Dr H Muhd Firmansyah menghadiri kegiatan penilaian pasar sehat, Minggu (18/04/2021).
Turut Hadir dalam kegiatan tersebut Bpk Tri Arga Wikandono, ST Koordinator Bidang Kemitraan Mikro Kecil KKP, Ibu Santi Laria, S Fungsional Analisis Kebijakan Ahli Muda Kemendagri, Bpk Ir. Muh. Anwar Ahcmad, MM Analisis Perdagangan Ahli Madya Kemendagri, Ibu Ratna Wulandari S.Farm, APT, MSC, Sub Koordinator Pemberdayaan Organisasi dan Kemasyarakatan PMPU sekaligus Ketua Tim Juri, Bpk Devanamsyam, ST Dirut Perumda.
Dalam kesempatan itu, Firmansyah menyampaikan bahwa pasar sehat ini tidak akan bisa berdiri sendiri, pasar sehat memang ada proses usaha yang terintegritas bersinegri seluruh stakeholder yang ada.
Diharapkannya juga kepada pengguna pasar khususnya pedagang untk selalu bersinergi bersama-sama menjaga kebersihan serta keamanan pasar, agar terus dalam keadaan bersih, baik dan aman.
Firmansyah juga mengucapkan selamat datang kepada tim penilai dalam rangka meneliti atau menguji Pasar -pasar sehat dari bahan berbahaya.
“Maka dari hasil penilaian tim juri, Pasar Teluk Uma Sebagai Nominator dalam Lomba Pasar Aman Dari Bahan Berbahaya Tingkat Nasional Tahun 2021,” pesannya.
Firmansyah mengharapkan pasar Teluk Uma akan dapat menjadi panduan atau contoh untuk meningkatkan pasar-pasar di kabupaten karimun yang lain, agar bisa menjadi pasar yang baik dan aman dari bahan berbahaya.
Ratna Wulandari S.Farm, APT, MSC, Selaku Ketua Tim Juri, mengatakan, pasar sehat, bersih dan aman dari bahan berbahaya sangat menguntungkan penjual dan pembeli juga akan merasa nyaman berbelanja.
“Bagi penjual yang ada di dalam pasar yang sehat, bersih, dan aman dari bahan berbahaya, akan banyak konsumen yang datang ke pasar tersebut. Bagi konsumen, dengan berbelanja di pasar sehat akan terbebas dari racun atau bahan berbahaya yang dapat merusak organ tubuh,” pesannya.
Ratna menyampaikan, bahwa program pasar sehat adalah milik bersama. Bukan hanya pemerintah, oleh sebab itu diharapkan adanya sinergi bersama, melainkan juga komunitas pasar dan masyarakat ikut andil dalam program ini. Kunci sukses keberhasilan program Percontohan Pantauan Pasar Aman dari Bahan Berbahaya ini adalah konsistensi dan kesinambungan dari peran petugas pasar Dinas Kesehatan kabupaten, Badan POM, serta Kemenkes.
“Mari kita bangun pasar kita bersama menjadi pasar yang baik, aman dari bahan berbahaya untuk selalu juga menjaga kebersihan pasar agar antara penjual dan konsumen sama- sama merasakan kenyamanan berbelanja dipasar. Tutup tim juri.(pram)
