KEPRI

Propam Polres Lingga Periksa Senpi Personel Pam Obvit

Tampak Propam Polres Lingga memeriksa Senpi personel Pam Obvit di salah satu titik di Lingga, Senin (19/5/2025). Foto prokepri/is

PROKEPRI.COM, LINGGA – Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Lingga memeriksa Senjata Api (Senpi) personel pengamanan objek vital (Pam Obvit) yang bertugas di sejumlah titik strategis, Senin (19/5/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kanit Propam, Aipda M. Yusuf Panjaitan.

“Langkah ini merupakan implementasi nyata dari komitmen Polres Lingga untuk memastikan bahwa penggunaan Senpi oleh anggota dilakukan secara bertanggung jawab, transparan, dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku,”kata Yusuf.

Pengawasan ini, sambung dia, tidak semata-mata bersifat administratif, namun lebih jauh merupakan langkah preventif yang bertujuan menjamin penggunaan Senpi sesuai koridor hukum dan etika profesi.

“Tim Propam melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kelengkapan administrasi pemegang senjata, kondisi fisik senjata api, hingga metode pembawaan dan penyimpanan yang sesuai ketentuan,”ungkap Yusuf.

Tak hanya itu, imbauan terkait etika penggunaan senjata juga disampaikan kepada seluruh personel, guna memperkuat kewaspadaan dan profesionalisme saat bertugas di lapangan.

Sementara itu, Kasi Propam Polres Lingga, Ipda Jenris Sihombing menegaskan, bahwa Senpi bukan sekadar alat pertahanan, melainkan simbol kepercayaan institusi terhadap integritas setiap anggota kepolisian.

“Senjata api adalah bentuk amanah. Setiap penggunaannya harus berpijak pada rasa tanggung jawab, integritas, serta ketaatan terhadap aturan. Tidak ada ruang untuk penyimpangan yang dapat mencoreng kehormatan institusi,”tekan Jenris.

Dia menambahkan, bahwa pengawasan seperti ini akan terus dilaksanakan secara berkala dan konsisten, sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai Polri Presisi yang menjunjung tinggi akuntabilitas dan profesionalisme dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap personel yang membawa senjata benar-benar memenuhi kualifikasi, memahami risiko, dan bertindak sesuai standar yang telah ditetapkan,”tutup Jenris.(is)

Editor: yn

Back to top button