Modus Penipuan Dengan Beasiswa Masuk ke Tanjungpinang
Orang Tua Pelajar SMPN 14 Tpi Nyaris Jadi Korban

PROKEPRI.COM,TANJUNGPINANG – Suranto (42), orang tua pelajar SMPN 14 Satu Atap Madong, Tanjungpinang nyaris menjadi korban penipuan dengan modus beasiswa pelajar berprestasi, Selasa (21/2) sekira pukul 12.00 Wib siang.
“Siang tadi saya dihubungi sama nomor ini 082325051165. Dia mengaku wakil kepala sekolah yang menyatakan anak saya mendapatkan beasiswa,” kata Suranto kepada Prokepri.com di Warkop Batok Kelapa di Jalan RHF Batu 8 Atas, Tanjungpinang, Selasa (21/2).
Sewaktu berkomunikasi dengan pelaku ditelpon, muncul kecurigaan dibenak Suranto. Dikarenakan pelaku yang mengaku sebagai Slamet Riono (wakil kepala Sekolah,red) beraksen ketimuran bukan jawa.
“Saya tau persis aksen wakil kepala sekolah anak saya karena beliau teman baik saya. Beda dengan akses si pelaku tersebut,” ungkapnya.
Kecurigaan Suranto semakin menguat seiring si pelaku kejahatan tersebut memintanya menghubungi nomor handphone 0823 4384 5825 yang diakui pelaku sebagai merupakan kepala sekolah SMPN 14 bernama Budiman guna mempertanyakan proses pencairan dana.
“Saya hubungi nomor kepala sekolahnya itu. Saya heran kok suaranya kepala sekolah anak saya yang dinomor itu beda dengan aksen aslinya. Sayapun semakin curiga, ini benar penipuan,” bebernya lagi.
Dikarenakan Suranto masih penasaran, ia kembali menghubungi nomor wakil kepala sekolah guna mempertanyakan beasiswa yang dimaksud.
“Saya hubungi dan saya marahin si pelaku. Pelaku ga bisa ngomong dan mematikan Hpnya,” ucapnya lagi.
Suranto memastikan bahwa penipuan berkedok beasiswa yang ia dapatkan itu, sudah dilaporkannya ke Kepolisian Resort (Polres) Tanjungpinang.
“Sudah saya laporkan agar ditangkap pelakunya. Agar tidak ada orang tua murid lainnya yang menjadi korban kedepan,” timpal Suranto.
Kendati demikian, Suranto mengaku heran dan bertanya-tanya, bagaimana pelaku kejahatan bisa memperoleh data yang akurat, hinga tau nama lengkapnya plus anak.
“Yang menjadi pertanyaan besar bagi saya adalah darimana mereka mendapatkan data yang akurat mengenai nama saya dan anak saya dan nama dari wakil dan kepala sekolahnya. Kemudian mengetahui kelas dan ranking anak saya disekolah. Apakah data ini bocoran dari dinas pendidikan?. Terus siapa yg bermain?,” tanyanya sembeari menutup wawancara.(yan)
