SPPG Siantan Anambas Siap Distribusikan Ribuan Porsi MBG Kembali

PROKEPRI.COM, ANAMBAS – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali hadir untuk ribuan anak di Kabupaten Kepulauan Anambas setelah sempat terhenti selama dua pekan akibat libur sekolah.
Mulai besok Senin (20/7/2026), para pelajar, balita, dan ibu hamil kembali menerima asupan bergizi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa.
Libur sekolah dimanfaatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Siantan untuk mempersiapkan operasional dapur secara menyeluruh sebelum distribusi kembali dilakukan.
Seluruh area dapur dibersihkan, peralatan ditata ulang, dan berbagai kebutuhan produksi dipastikan siap digunakan.
Suasana di dapur MBG Siantan terlihat sibuk sejak beberapa hari terakhir.
Para relawan bekerja sama membersihkan setiap sudut ruangan agar proses pengolahan makanan berlangsung higienis dan sesuai standar keamanan pangan.
Tidak hanya menjaga kebersihan, relawan juga memastikan seluruh peralatan memasak, perlengkapan distribusi, hingga bahan baku tersusun rapi sebelum proses produksi dimulai.
Kepala SPPG Siantan, Messy Arsita, mengatakan seluruh persiapan telah rampung sehingga dapur siap kembali beroperasi untuk memenuhi kebutuhan penerima manfaat.
”Alhamdulillah seluruh persiapan sudah selesai. Malam ini, tepat mulai tengah malam, kami kembali memproduksi makanan bergizi untuk didistribusikan kepada para penerima manfaat besok pagi,” kata Messy, Minggu (19/7/2026).
Ia menjelaskan, semangat para relawan tetap tinggi meski harus bekerja sejak dini hari. Menurutnya, seluruh tim memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan pelayanan terbaik bagi anak-anak Anambas.
”Semangat relawan luar biasa. Mereka bekerja dengan penuh keikhlasan karena ingin memberikan makanan terbaik untuk anak-anak yang menjadi generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Pada distribusi perdana setelah masa libur sekolah, SPPG Siantan akan memproduksi sebanyak 3.113 porsi makanan bergizi.
Jumlah tersebut diperuntukkan bagi 2.610 pelajar dari 12 sekolah, serta 503 penerima manfaat yang terdiri atas balita dan ibu hamil.
Ribuan porsi makanan itu akan dimasak secara bertahap sebelum kemudian dikemas dan didistribusikan ke masing-masing sekolah maupun lokasi penerima manfaat sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Messy memastikan setiap menu yang disajikan telah disusun sesuai standar gizi yang ditetapkan Badan Gizi Nasional sehingga mampu memenuhi kebutuhan nutrisi para penerima manfaat.
Menurutnya, kualitas makanan menjadi perhatian utama karena program MBG bukan sekadar membagikan makanan, tetapi juga mendukung tumbuh kembang anak melalui asupan gizi yang seimbang.
”Komitmen kami adalah menghasilkan makanan yang berkualitas, aman dikonsumsi, dan memenuhi standar gizi sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh penerima,” katanya.(as)
Editor: yn
