KAMPUS

STAIN SAR Kepri Tegaskan Komitmen Kampus Inklusif dan Ramah Difabel

Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag. Foto dok ssk

PROKEPRI.COM, BINTAN – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman (STAIN SAR) Kepri menyatakan kesiapan penuh dalam mengimplementasikan kebijakan Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) Tahun 2026, khususnya dalam memperkuat layanan pendidikan yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Ketua STAIN Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menegaskan bahwa semangat inklusivitas yang dicanangkan Kementerian Agama sejalan dengan visi STAIN Kepri sebagai kampus Islam yang moderat, humanis, dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

“STAIN Kepri menyambut baik kebijakan PMB PTKIN 2026 yang menegaskan komitmen kampus ramah difabel. Ini bukan sekadar kebijakan administratif, tetapi refleksi dari nilai-nilai Islam yang menjunjung tinggi keadilan, kesetaraan, dan kemanusiaan. Kami berkomitmen memastikan seluruh calon mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan tinggi,”ujar Faisal dalam keterangan resmi, Selasa (23/12/2025).

Ia menambahkan, STAIN Kepri terus berupaya melakukan penyesuaian layanan akademik dan non-akademik agar lebih inklusif, mulai dari sistem penerimaan mahasiswa baru, layanan pembelajaran, hingga pendampingan selama masa studi.

Faisal berharap, melalui kebijakan ini, STAIN Kepri dapat berkontribusi dalam melahirkan generasi intelektual Muslim yang unggul secara akademik, berkarakter moderat, serta memiliki empati sosial yang tinggi.

“Kami optimistis PMB PTKIN 2026 akan menjadi momentum penting untuk memperkuat wajah pendidikan Islam yang inklusif dan transformatif. STAIN Kepri siap menjadi bagian dari ikhtiar besar ini,”pungkasnya.

Seperti diketahui, Kementerian Agama Republik Indonesia secara resmi meluncurkan tahapan PMB PTKIN Tahun 2026.

Peluncuran yang berlangsung di Hotel Vertu Harmoni, Jakarta, Senin (22/12) kemaren, mengusung tema besar “Pendidikan Islam Ramah Difabel” sebagai wujud komitmen menghadirkan akses pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan.

PMB PTKIN 2026 sendiri terbagi ke dalam dua jalur utama, yakni Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN-PTKIN) dan Ujian Masuk PTKIN (UM-PTKIN). Kedua jalur tersebut telah dilengkapi dengan sistem seleksi yang lebih objektif, adaptif, dan ramah bagi peserta difabel, termasuk pembaruan fitur aksesibilitas pada Sistem Seleksi Elektronik (SSE).(jp)

Editor: yn

Back to top button