KEPRI

Lis Darmansyah Harapkan Lulusan Sarjana Lokal Mampu Jadi Pengusaha

Walikota Tanjungpinang H Lis Darmansyah SH memberikan penjelasan materi diskusi publik bertemakan “Menjaga Toleransi Dalam Bingkai Kebhinekaan” yang berlangsung di di Aula Asrama Haji Tanjungpinang, Selasa (7/2). Foto Prokepri.com/Lanky Morison

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Walikota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH berharap lulusan Sarjana lokal tidak hanya semata-mata ingin bekerja di sektor pemerintahan, namun mampu menjadi pengusaha muda (entrepreuneur).

“Pemko Tanjungpinang telah berupaya menangani masalah penggangguran. Pada tahun 2016 lalu telah dilaksanakan program Job fair. Selain itu juga bagi investor yang ingin menanamkan investasinya di daerah ini, diwajibkan merekrut minimal 75 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat Tanjungpinang. Sistem tersebut akan terus berlanjut. Tapi saya berharap agar lulusan Sarjana tidak hanya ingin bekerja di sektor pemerintahan semata, namun juga mampu menjadi entrepreuneur,” kata Lis menjawab pertanyaan salah satu peserta diskusi publik bertemakan “Menjaga Toleransi Dalam Bingkai Kebhinekaan” yang berlangsung di di Aula Asrama Haji Tanjungpinang, Selasa (7/2).

Lis Darmansyah dalam kesempatan ini menjadi narasumber/pembicara bersama tiga pemateri lainnya yakni Endri Sanopaka selaku Ketua Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Kasat Intel Polres Tanjungpinang, Ketua KPU Kota Tanjungpinang, Robby Patria, dan Arifudin Jalil jabatan Pimpinan Muhammadiyah Wilayah Kepri.

Terkait tema diskusi lainnya, Lis, memaparkan berbicara mengenai toleransi, ada 3 hal bentuk toleransi yang perlu dijaga oleh masyarakat, pertama toleransi beragama, toleransi politik, dan toleransi sosial. Ketiga toleransi inilah yang perlu dibangun bersama dalam mengisi pembangunan.

Menurut Lis, saat ini toleransi memiliki arti yang berbeda antara teori dan prakteknya, terlebih lagi dengan isu-isu toleransi yang terjadi cukup sensual yang mengikuti perkembangan zaman dan teknologi, namun fungsi kontrol tidak dilaksanakan,

“Saat ini orang bebas mengemukakan pendapat dan bicara, khususnya melalui media sosial. Media sosial adalah kebebasan yang tidak ada remnya, siapa mengontrol siapa, tentu ini akan berdampak pada pembangunan di daerah “, ucapnya.

Sebagaimana yang di dengungkan oleh Bung Karno, kita jangan melupakan sejarah, kata Lis. Kebersamaan itu bisa kita pupuk dengan semangat gotong-royong. Sedangkan toleransi agama, sosial, dan politik semua sudah terangkum dengan baik didalam Pancasila, untuk itulah semangat kebersamaan perlu kita gali kembali.

“Sebuah daerah tidak akan maju jika tidak diiringi dengan rasa toleransi yang baik dari masyarakatnya, mari kita jaga toleransi itu bersama, ” Seru Lis kepada seluruh peserta diskusi.

Dikesempatan itu, Lis mengingatkan kepada putra-putri daerah untuk tidak meninggalkan kearifan lokal yang kita miliki, jangan pernah lupa akan nilai-nilai budaya dan adat melayu yang perlu kita pertahankan.

Sementara itu, Ketua Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, Endri Sanopaka, mengingatkan kepada generasi muda untuk mengaktifkan sistem kewaspadaan diri, dimana kalian harus cerdas menanggapi pemberitaan yang telah di share orang lain, ” Kita harus cerdas terhadap isu-isu yang telah di share orang lain, kita perlu mewaspadai hal-hal yang mengancam keberadaan kita yang sudah baik “, ucapnya.

” Mari sama-sama kita jaga Kota ini dengan konduaif, jangan terpengaruh dengan isu di luar, jadikan pengalaman daerah lain sebagai pelajaran buat kita semua, agar pentingnya menjaga toleransi “, tutur Endri mengingatkan.

Kegiatan itu juga disejalankan dengan Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Provinsi Kepulauan Riau dan Pengurus Cabang Kota Tanjungpinang periode 2017- 2019.

Diskusi publik itu diikuti seluruh mahasiswa di Perguruan Tinggi di Kota Tanjungpinang dan Bintan.(*)

Tinggalkan Balasan

Back to top button