KEPRI

Pemda Anambas Didorong Perkuat Kerja Sama Bidang Kesehatan dan Jasa Transportasi Rujukan Pasien

Termasuk Sosialisasi BPJS P3K di Anambas

Tokoh masyarakat Kabupaten Anambas, Supariadi atau Edy Londo sedang menjalani misi kemanusiaan membantu masyarakat sakit. Foto prokepri/Agus Suradi

PROKEPRI.COM, ANAMBAS – Tokoh masyarakat Kabupaten Anambas, Supariadi, mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat kerja sama lintas sektor khususnya bidang kesehatan, serta penyedia jasa transportasi laut guna mendukung pelayanan rujukan pasien ke luar daerah.

Menurut pria yang akrab disapa Edy Londo ini, penyedia jasa ferry pada prinsipnya siap membantu, namun penempatan pasien harus melalui kesepakatan bersama dengan pemerintah daerah dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan kesehatan.

‎Ia menegaskan pasien dengan penyakit menular tidak dapat ditempatkan di area terbuka atau bercampur dengan penumpang umum, sehingga penempatan di bagian belakang kapal dinilai sebagai solusi paling aman. Untuk pasien dengan kondisi berat, juga telah disiapkan tim pendamping selama proses rujukan.

‎Meski proses rujukan selama ini berjalan lancar, keterbatasan fasilitas kesehatan daerah, seperti belum tersedianya layanan kemoterapi, membuat rujukan ke luar daerah masih menjadi kebutuhan.

Karena itu, Edy berharap pemerintah daerah dapat mendukung melalui penyediaan rumah singgah pasien yang sudah ada serta bantuan transfortasi dan pembiayaan rujukan.

‎Saat ini, misi kemanusiaan yang dijalankannya juga menghadapi keterbatasan sarana, khususnya kebutuhan kasur pasien di atas ferry.

Ia menyebut sedikitnya diperlukan empat unit kasur, sementara iuran yang tersedia sangat terbatas.

‎Selain itu, Edy Londo juga menyoroti persoalan jaminan kesehatan pegawai P3K. Ia menemukan masih banyak pegawai P3K yang tidak mengetahui bahwa kepesertaan BPJS Kesehatan mereka tidak lagi ditanggung pemerintah, sehingga menimbulkan kendala administrasi di rumah sakit saat membutuhkan pelayanan medis.

‎Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan sosialisasi menyeluruh kepada pegawai P3K agar memahami kewajiban mengurus jaminan kesehatan secara mandiri melalui BPJS Kesehatan (JKN) maupun BPJS Ketenagakerjaan.

‎“Jangan sampai mereka jatuh sebagai pasien umum karena tidak memiliki jaminan kesehatan. Sosialisasi ini penting agar tidak terus menjadi masalah di lapangan,” tegasnya, Selasa (3/2/2026).

‎Dengan koordinasi yang lebih baik dan kebijakan yang jelas, Edy Londo berharap pelayanan rujukan pasien dan perlindungan kesehatan di Anambas dapat berjalan lebih aman, manusiawi, dan efektif.

Edy Londo dikenal sebagai tokoh masyarakat yang sejak 2010 konsisten menjalankan misi kemanusiaan di bidang sosial dan kesehatan di wilayah Sibora, Kabupaten Kepulauan Anambas, melalui gerakan non-government (NGO).(as)

Editor: yn

Back to top button