Waka I STAIN Kepri: Bentuk Nyata Dukungan Internasional di PTKIN

PROKEPRI.COM, BINTAN – Wakil Ketua (Waka) I Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepri, Aris Bintania, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas kunjungan dari perwakilan Regional English Language Office (RELO) Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) Jakarta, serta Konsulat AS ke STAIN Kepri, Kamis (12/6/2025) kemaren.
Menurut Aris, hal itu sebagai bentuk nyata dukungan internasional terhadap peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Inggris di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan sekolah-sekolah di daerah.
“Kehadiran RELO dan tim Kedutaan Besar AS menjadi momentum penting dalam memperluas wawasan global serta memperkuat kapasitas guru dan mahasiswa dalam mengakses sumber daya pembelajaran bahasa Inggris secara gratis dan berstandar internasional,”ujarnya dikutip Sabtu (14/6/2025).
Sebelumnya, perwakilan RELO Kedutaan Besar Amerika Serikat Jakarta, serta Konsulat Amerika Serikat di Medan melakukan kunjungan kehormatan ke kampus STAIN Kepri.
Rombongan disambut langsung oleh Wakil Ketua I STAIN Kepri, Aris Bintania, M.Ag., didampingi Ketua Prodi TBI, Taqiyuddin, M.Pd., beserta jajaran dosen di Ruang Rapat Dosen, Gedung Kuliah Terpadu STAIN Kepri.
Mahasiswa Prodi Tadris Bahasa Inggris (TBI), mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), serta guru-guru Bahasa Inggris dari jenjang SD, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, dan pesantren di wilayah pulau Bintan juga turut hadir menyambut kedatangan mereka.
Kehadiran mereka untuk menjadi narasumber pada kegiatan pelatihan bahasa inggris, yakni Ruth Goode, Direktur RELO Kedutaan Besar AS Jakarta; Rahma Jaurinata, Public Engagement Assistant dari Konsulat AS Medan; serta Dian Safitri, Cultural Specialist U.S. Embassy Jakarta.
Dalam paparannya yang berjudul “Career Development & Resources for English Teaching and Learning”, Ruth Goode memaparkan berbagai sumber daya pengajaran bahasa Inggris yang dapat diakses secara terbuka dan tanpa biaya. Ia menegaskan bahwa RELO hadir untuk mendukung guru dan pelajar bahasa Inggris di Indonesia dan Timor Leste melalui pelatihan, modul pembelajaran, program pertukaran, serta materi berbasis teknologi.
Ruth juga memperkenalkan berbagai platform daring seperti americanenglish.state.gov, serta kursus-kursus MOOC (Massive Open Online Courses) yang disediakan melalui kerjasama dengan universitas ternama di AS, termasuk University of Pennsylvania. Kursus-kursus ini mencakup topik-topik seperti English for Career Development, TESOL Methodology, hingga Academic Writing, yang sangat relevan untuk mahasiswa dan guru bahasa Inggris di Indonesia.
Sesi diskusi interaktif juga membahas pentingnya menjadikan pembelajaran bahasa Inggris sebagai proses yang menyenangkan dan inklusif. Ruth Goode menekankan bahwa semua aksen dalam bahasa Inggris adalah sah dan sahih sejauh dapat dipahami oleh lawan bicara. Selain itu, ia mengajak peserta untuk tidak terfokus pada kesempurnaan, melainkan pada semangat belajar dan komunikasi efektif.
“Bahasa adalah alat komunikasi dan bagian dari identitas. Anda tidak perlu terdengar seperti native speaker untuk menjadi komunikator yang baik,”tegasnya.
Sementara itu, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai aplikasi dan materi pembelajaran seperti Let’s Learn English, Voice of America (VOA), serta buku-buku ajar interaktif dan panduan kreatif untuk guru.
Semua materi dapat diakses dan digunakan secara bebas dengan catatan tidak untuk tujuan komersial.
Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan sesi penyerahan materi ajar digital, diskusi penguatan jejaring pembelajaran, serta harapan berkelanjutan akan kolaborasi antara lembaga pendidikan di Kepulauan Riau dengan program-program internasional yang difasilitasi oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat.(jp)
Editor: yn
