LSM Getuk Tersinggung Ucapan Rektor UMRAH Tanjungpinang
Jusri : Jangan Perkeruh Suasana, Biarkan Polda Bekerja!!

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Tuntas Korupsi (Getuk) Provinsi Kepri, Jusri Sabri mengaku tersinggung dengan ucapan Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Prof. Dr. Syafsir Akhlus, M.Sc.
“Tersinggung kita. Karena ucapan Rektor itu bisa dijadikan untuk menjatuhkan kredibilitas LSM Getuk. Kita dari dulu profesional. Ada bukti kita lapor, orang bilang 86. Kalau gitu sudah kaya kami dari dulu,” kata Jusri kepada Prokepri.com memberikan klarifikasi, Kamis (17/11).
Jika diikutkan kata hati, Jusri menegaskan, pihaknya pasti sudah membuat laporan atas fitnahan tersebut.
“Jadi begini, kalau diikutkan hati, Heri Suryadi (PPK) dari kemaren sudah kami laporkan balik. Saya minta mereka kalau ada bukti memeras silahkan lapor, ya kan. Kalau betul-betul dibilang meras minta duit, juga ada saksinya mendengarkan saya minta duit, bahkan diisukan Suryadi berjumpa dengan saya sebanyak tiga kali, mana ada. Saya meminta Rektor yang sebagai seorang intelektual profesor, bicara tu yang profesional sebagai seorang intelektual dalam mengklarifikasi suatu masalah,” desak Jusri.
Jusri menilai, ucapan yang dilontarkan Rektor UMRAH terkait polemik dugaan korupsi proyek di UMRAH sudah tidak profesional.
“Ini bicaranya sudah tidak profesional lagi dan bicaranya sudah sama kayak Heri Suryadi. Kalau dia ada bukti, kalau Heri ada bukti atau Rektor ada bukti laporkan saya. Kita biarkanlah sekarang Polda bekerja, jangan kita berpolemik dulu dan jangan memancing atau memperkeruh suasana. Saya tidak akan terpancing dengan fitnah-firnah begitu,” sambung Jusri.
Jusri mempercayakan kasus itu kepada Polda Kepri.
“Silahkan kita lihat saja dan awasi bersama apa yang dilakukan Polda. Jadi jangan kalau Rektor bicara seperti ini. Demi Allah saya tidak ada menunggangi mahasiswa. Mahasiswa demo pun saya tidak tau. Tiba tiba dengar ada demo, namun dilaporkan, ketika dikasih tau ada demo, itu saya tak ada suruh mahasiswa demo ke Kejati, karena saya laporkan ke Polda kok,’ ungkap Jusri.
Jusri sekali lagi memastikan bahwa dirinya tidak pernah melakukan pemerasan apalagi mengancam pihak-pihak terkait.
“Demi Allah saya tidak ada namanya pernah memeras, mengancam gitu. Kalau ada bukti silahkan laporkan lah saya di pihak kepolisian. Itukan ancamannya parah, kenapa mereka bicara di media tapi tak berani melaporkan. Kok hanya berani LSM ini mengancam ancam, saya tau proyek itu sekarang, setelah kami melakukan investigasi selama empat bulan,” tuturnya.
“LSM Getuk sudah bekerja empat bulan, baru kami berani melaporkan setelah A1, kalau tak A1 kami tak laporkan. Itu prinsip Getuk dari dulu. Getuk tidak pandai melaporkan kalau tidak ada bukti,” sambung Jusri kembali.
Jusri mengajak Rektor UMRAH dan pihak terkait untuk tidak berpolemik apalagi memperkeruh suasana.
“Seharusnya seorang profesor, dia bicara sebagai seorang intelektual. Ini dia bicara kayak orang pening lalat. Heri Surjadi dan Akhlus kalau ada bukti lapor jangan di media. Bicara mereka sudah kayak LSM juga. Saya punya bukti saya lapor. Sudah saya tantang mereka lapor. Ini kalau saya mau tuntut bisa, tapi saya gunakan hak jawab dulu,” tutup Jusri.(Rudiyandri)
